Breaking News
Memuat breaking news...

Keputusan 10 Menit Kepala Sekolah Selamatkan 900 Siswa dari Banjir Bandang Nepal-China

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 5 September 2026 - 7.48 AM WIB
2
Keputusan 10 Menit Kepala Sekolah Selamatkan 900 Siswa dari Banjir Bandang Nepal-China
Viral kisah kepala sekolah berhasil selamatkan 900 siswa sebelum banjir bandang menerjang Nepal. Ilustrasi. (Foto: REUTERS)
Reading Comfort
adjust the font size

Jakarta (beritasore.co.id): Keputusan cepat seorang kepala sekolah menyelamatkan nyawa 900 siswa dari terjangan banjir bandang yang melanda perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8).

Kepala Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot, Rajendra Dawadi, mengevakuasi seluruh siswa setelah menerima peringatan dari empat warga, salah satunya berasal dari Betrawati, kota yang berada di hulu sungai.

"Saya memutuskan saya tidak boleh menunda lagi. Meskipun banjir tidak akan datang, itu hanya masalah satu hari kelas saja," ujar Dawadi kepada BBC.

Dawadi yang memimpin sekolah dengan 1.600 murid itu mengaku langsung bertindak tanpa menunda setelah menerima peringatan beruntun tersebut.

Keputusan itu terbukti krusial. Di tengah proses evakuasi, Dawadi menyaksikan langsung sebuah bangunan asrama yang berjarak sekitar 100 meter dari sungai dilalap arus banjir.

"Jika kami mengambil keputusan 10 menit lebih lambat, kita semua, termasuk para siswa dan saya, tidak akan bisa berbicara kepada Anda hari ini," katanya.

Kesaksian senada disampaikan para siswa. Yunisha (16), salah seorang siswi, menyebut mereka selamat hanya berselisih detik.

"Saya, bersama teman-teman saya, selamat hanya dalam waktu 10 detik," kata Yunisha.

Ia menggambarkan kepanikan saat ratusan anak berlari di jalan berlumpur ketika air bercampur puing membanjiri kota. "Dalam sekejap, pasar itu tersapu di depan mata saya," ujarnya. Yunisha baru dipertemukan kembali dengan keluarganya tiga hari setelah kejadian.

Proses evakuasi juga dibenarkan oleh wali murid. Seorang ibu siswa mengatakan kepada Associated Press, para guru memerintahkan siswa untuk segera meninggalkan kelas dan tidak menghiraukan barang bawaan.

"Ada banjir dan kalian harus meninggalkan tas dan bekal. Begitulah cara mereka berhasil bertahan hidup," ujar ibu tersebut menirukan peringatan guru.

Sementara itu, organisasi kemanusiaan Save the Children mencatat sedikitnya 69 sekolah hancur atau rusak akibat banjir bandang tersebut, dengan dampak terhadap hampir 19.000 anak.

Hingga kini, otoritas mencatat lebih dari 1.200 orang tewas akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-China. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang.(cnni).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait