Kelompok MKWK USU Edukasi Anak Panti Tian Kasih Biasakan Hidup SehatKelompok MKWK USU Edukasi Anak Panti Tian Kasih Biasakan Hidup Sehat

MEDAN (beritasore.co.id) : Belajar menjaga kebersihan diri tak harus dilakukan dengan cara yang membosankan. Sebanyak 15 anak Panti Asuhan Tian Kasih, Kecamatan Medan Sunggal, diajak mengenal perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui permainan, nyanyian, praktik mencuci tangan, hingga kuis yang digelar mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (10/10) itu melibatkan 21 mahasiswa dari Kelompok Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kehidupan Sehat dan Sejahtera 42 USU. Edukasi tersebut diarahkan untuk membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan membangun kebiasaan sehat sejak dini.
Tiga materi utama diberikan dalam kegiatan itu, yakni menjaga kebersihan kuku, mencuci tangan dengan benar, serta menggosok gigi. Penyampaian materi diselingi aktivitas interaktif agar anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga dapat mempraktikkan kebiasaan tersebut secara langsung.
Mahasiswa mengawali kegiatan dengan perkenalan, doa bersama, dan tanya jawab mengenai kebiasaan anak-anak dalam menjaga kebersihan. Suasana kemudian dicairkan melalui ice breaking sebelum peserta mengikuti edukasi mengenai kebersihan kuku dan langkah mencuci tangan yang tepat.
Anak-anak diajak menyanyikan lagu sambil mengikuti gerakan mencuci tangan. Setelah itu, mereka mempraktikkannya menggunakan air bersih dan sabun yang disediakan mahasiswa di teras panti.
Edukasi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai cara menggosok gigi yang baik dan benar. Untuk mengetahui pemahaman peserta, mahasiswa mengadakan kuis dengan pertanyaan seputar materi yang telah diberikan.
Anak-anak yang berhasil menjawab mendapat hadiah permen, sementara snack box dibagikan kepada peserta untuk dinikmati bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan suvenir kepada pihak Panti Asuhan Tian Kasih.
Dosen pembimbing kelompok, Maryani, S.Ag., MA, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi PHBS merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan pendampingan dalam membangun kebiasaan hidup sehat. “Menurut saya, kegiatan sosialisasi PHBS di Panti Asuhan Tian Kasih sangat positif,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/10).
Maryani menambahkan, kebiasaan menjaga kebersihan diri memiliki arti penting bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, kesehatan juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas belajar dan upaya anak-anak meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Ia berharap edukasi semacam ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih sejahtera.
Apresiasi juga disampaikan pengurus Panti Asuhan Tian Kasih, Yanti. Ia menyambut baik kegiatan yang menghadirkan pengalaman belajar mengenai kebersihan dan kesehatan bagi anak-anak panti. “Iya, bagus dan sangat luar biasa sukacitanya adik-adik,” ungkap Yanti.
Sementara itu, mentor kelompok, Yosia Rafael Sitorus, menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga memperlihatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan masyarakat.
Ia berharap materi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga anak-anak semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri dalam aktivitas sehari-hari.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak jangka panjang dan menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat mengenai hidup sehat dan sejahtera,” harap Yosia.
Melalui kegiatan ini, Kelompok MKWK Kehidupan Sehat dan Sejahtera 42 USU berharap edukasi yang diberikan dapat mendorong anak-anak Panti Asuhan Tian Kasih menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. (aje)





Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda