Kabut Asap Melanda, Bupati Madina Rapat DaruratKabut Asap Melanda, Bupati Madina Rapat Darurat

PANYABUNGAN (beritasore.co.id): Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di ujung Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, dilanda kabut asap pekat sejak Selasa (13/10). Kabut terasa menyengat di kulit, berbau menyengat, dan mengganggu pernapasan.
Bupati Madina Saipullah Nasution mengatakan akan menggelar rapat mendadak bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyikapi kondisi tersebut pada Rabu (14/10) siang.
Dihubungi wartawan melalui pesan tertulis, Rabu (14/10), Bupati menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.
"Sudah diantisipasi, BPBD menyiapkan masker. Dan Kadis Kesehatan mengecek kualitas udara apakah masih aman atau sudah mengganggu kesehatan," ujar Saipullah saat ditanya soal kemungkinan meliburkan sekolah.
Dalam rapat tersebut, Pemkab akan membahas opsi penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar.
"Kita mau rapat siang ini, apakah mau PJJ. Kalau indeks kualitas udara masuk kategori berbahaya, hari ini kita bahas," jelasnya.
Ia juga memastikan akan melaporkan kondisi ini kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, karena asap diduga merupakan kiriman dari daerah lain.
"Dan kita akan laporkan juga ke provinsi tentang situasi ini. Sebab ini asap kiriman," ujarnya.
Dipastikan Asap Kiriman Riau, Tidak Ada Hotspot di Sumut
Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution menjelaskan, berdasarkan pemantauan citra satelit BMKG pada 13-14 Oktober, tidak ditemukan titik api atau hotspot di wilayah Sumatera Utara, termasuk di Madina.
"Dari pemantauan sebaran asap dan citra satelit BMKG, kalau di Sumut tidak ada titik api. Hotspot tidak ada," jelasnya.
Akibat kabut tersebut, jarak pandang di Madina menurun drastis menjadi sekitar 3 hingga 4 kilometer. Kualitas udara tercatat berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
"Kategori udara masih sedang hingga tidak sehat, paling maksimal tidak sehat. Belum masuk kategori sangat tidak sehat," ujar Mukhsin.
Ia menambahkan, kabut asap hampir menyebar di seluruh Sumatera Utara, bukan hanya di Madina.
"Karena di Mandailing Natal dan Sumut tidak ada titik api, maka ini asap kiriman. Sesuai arah angin dari Provinsi Riau, menurut keterangan BMKG," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD akan menyampaikan laporan dan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Jika harus beraktivitas di luar, warga diimbau memakai masker.
BPBD Madina telah menyiapkan sekitar 50.000 masker yang akan dibagikan kepada pengguna jalan di beberapa titik di Panyabungan.
"Untuk anak usia 0-14 tahun atau kategori SD, akan kita bagikan melalui Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah. Untuk lansia, akan disalurkan melalui Dinas PMD ke camat dan kepala desa," pungkasnya. (Kdr)











Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda