Breaking News
Memuat breaking news...

Jumat Barokah, KSJ Salurkan Sembako untuk Petani di Hamparan Perak, Deli Serdang

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 7 November 2026 - 5.29 AM WIB
5
Jumat Barokah, KSJ Salurkan Sembako untuk Petani di Hamparan Perak, Deli Serdang
Reading Comfort
adjust the font size

DELI SERDANG (beritasore.co.id): Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menggelar aksi Jumat Barokah dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (6/11/2026).

Koordinator Pelaksana KSJ, Boim, mengatakan kegiatan ini merupakan rutinitas KSJ dalam membantu masyarakat, khususnya para petani.

Menurut Boim, KSJ terus memberikan semangat kepada petani palawija sekaligus mengajak masyarakat untuk saling berbagi kebaikan. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto yang terus menggencarkan swasembada pangan melalui bercocok tanam.

"Kebutuhan pangan seperti palawija akan menjadi kebutuhan yang paling berharga. Indonesia harus memiliki lumbung pangan terbesar di dunia untuk mengantisipasi gejolak yang bisa terjadi di masa mendatang. Negara kita harus terus berdiri tegak," ujar Boim di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Boim juga menyampaikan aspirasi para petani terkait mahalnya harga pupuk. Ia berharap petani dapat bersabar menghadapi kondisi tersebut.

"Di mana-mana pupuk mahal dan memberatkan petani. Pupuk bersubsidi susah didapat. KSJ hadir di tengah-tengah masyarakat petani, dan kami berpesan kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat agar lebih memperhatikan masyarakat bawah serta mempermudah akses pupuk bagi petani," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ewin (45), petani sawi dan jagung di desa tersebut. Ia mengaku hampir tidak sanggup bekerja jika harus membeli pupuk nonsubsidi yang harganya tidak sebanding dengan penghasilan.

"Kalau tidak dipupuk dan tanaman dibiarkan, dampaknya lebih besar. Hasil dan buahnya jadi tidak normal," ujar Ewin.

Hal senada disampaikan Rodiah, petani lainnya. Menurutnya, hasil panen sangat bergantung pada pupuk, sementara pupuk bersubsidi sulit diperoleh.

Rodiah berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi petani dan mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi di desa mereka.(als)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement