Breaking News
Memuat breaking news...

INALUM Kerahkan 60 Relawan Grup MIND ID Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah, Kalbar

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 3.12 PM WIB
2
INALUM Kerahkan 60 Relawan Grup MIND ID Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah, Kalbar
Reading Comfort
adjust the font size

BATU BARA (beritasore.co.id): PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Maroef Sjamsoeddin, mengoordinasikan langsung pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan, Minggu (6/9/2026).

Mempawah merupakan wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya.

Sejak 24 Agustus 2026, INALUM dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik api.

Upaya terus diperkuat mengingat sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus. Di lahan gambut, api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan sehingga membutuhkan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan secara berkelanjutan.

60 personel gabungan tersebut berasal dari INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

“Penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Grup MIND ID hadir untuk membantu masyarakat serta memperkuat upaya pengendalian karhutla yang berdampak pada lingkungan maupun aktivitas sosial masyarakat,” ujar Maroef.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kehadiran relawan Grup MIND ID menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan aktivitas yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Penguatan penanganan di lokasi dilakukan melalui penyediaan berbagai perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, serta dukungan medis untuk relawan dan masyarakat terdampak. Dukungan tersebut mencakup penyediaan fasilitas kesehatan darurat, alat pelindung diri (APD), termasuk 1 unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo, guna memastikan kebutuhan kesehatan dan keselamatan terpenuhi.

Sementara itu, Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

“Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati.

Senada, Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, mengatakan penanganan karhutla di Mempawah tidak sederhana karena sebagian titik berada di lahan gambut.

“Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujar Darwin. (als)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait