INALUM Kembangkan Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi AluminiumINALUM Kembangkan Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium

BATUBARA (beritasore.co.id): Berfokus pada optimalisasi proses peleburan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan efisiensi operasional, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM terus mendorong pengembangan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas industri aluminium nasional.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Kamis (5/11/2026).
Melati menjelaskan, berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026. Pada ajang yang digelar Selasa (3/11/2026) lalu, berhasil dihimpun sebanyak 119 karya inovasi dari 273 inovator di lingkungan INALUM Group.
"Jumlah karya meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan semakin luasnya kontribusi karyawan dalam mengembangkan solusi untuk mendukung kinerja operasional dan daya saing perusahaan," kata Melati.
Ia memaparkan, salah satu inovasi unggulan pada TIS 2026 adalah optimalisasi parameter bath pada proses peleburan aluminium, yang bertujuan mendukung pengendalian proses produksi secara lebih optimal.
Inovasi lainnya berfokus pada optimalisasi sudut eccentric counterweight untuk mengatasi permasalahan keretakan anoda, salah satu komponen vital dalam proses produksi aluminium.
Pengembangan inovasi juga dilakukan di luar area produksi, termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemodelan keuangan perusahaan serta pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
Melati menegaskan, inovasi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan.
"Keberhasilan inovasi sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen," ujarnya.
Dorong Kolaborasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Mengusung tema “Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement”, TIS 2026 memperluas cakupan kompetisi dari dua menjadi empat kategori, yakni Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta HSE & ESG.
Dari 119 karya inovasi yang mengikuti penjurian, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, serta 27 karya HSE & ESG.
TIS 2026 turut melibatkan anak perusahaan INALUM, yakni insan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA). Melalui program TIS Goes to Borneo, proses penjurian inovasi juga dilakukan di lingkungan PT BAI di Mempawah, Kalimantan Barat.
Sebanyak 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi, sementara delapan karya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 yang berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2004, TIS menunjukkan peningkatan partisipasi secara konsisten. Pada tahun pertama, tercatat 6 karya dari 9 inovator. Jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 119 karya dari 273 inovator pada 2026, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang penyelenggaraan.
Sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, INALUM terus mendorong pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dalam proses produksi maupun pengelolaan bisnis perusahaan. Melalui penguatan budaya perbaikan berkelanjutan, INALUM berupaya meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing industri aluminium nasional.(als)






Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda