Breaking News
Memuat breaking news...

Ijeck Sebut Pembangunan Masjid Lafran Pane Di Tapsel Tahap Penyelesaian

Redaksi
Redaksi
Minggu, 5 Juli 2026 - 4.36 PM WIB
211
Ijeck Sebut Pembangunan Masjid Lafran Pane Di Tapsel Tahap Penyelesaian
Yayasan Alimbas Insan Cita menggelar pengajian akbar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Jabodetabek, di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Minggu (5/7). beritasore.co.id/ Hasriwal AS
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id) : Yayasan Alimbas Insan Cita menggelar pengajian akbar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Jabodetabek.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini berfokus pada momentum penyelesaian pembangunan Masjid Lafran Pane Athoyibah Al-Musannif di Desa Pangurabaan, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, yang ditargetkan diresmian bersama seluruh Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI), dalam waktu dekat.

"Banyak pejuang di zaman pra maupun kemerdekaan yang patut kita kenang dan hormati, termasuk pendiri HMI, Ayahanda Lafran Pane. Insyaallah, dengan pendirian Masjid Lafran Pane Athoyibah Al-Musannif di Desa Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan.

Proses pembangunannya kini sudah dalam tahap penyelesaian dan akan segera diresmian bersama seluruh KAHMI," ujar Anggota Kehormatan KAHMI Sumut sekaligus Anggota DPR RI, Musa Rajekshah, yang menjadi tuan tuan rumah acara pengajian akbar Yayasan Alimbas Insan Cita, di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).

Pembangunan masjid yang diprakarsai oleh Musa Rajekshah yang akrab disapa Bang Ijeck ini dimulai sejak peletakan batu pertama pada Sabtu, 21 September 2025 lalu.

Proyek ini merupakan bagian dari program mulia pembangunan 99 masjid di berbagai wilayah yang digagas oleh Yayasan Haji Anif. Masjid Lafran Pane di Sipirok.

"Melihat progres yang ada, kami memastikan berdirinya masjid ini sebaiknya segera diresmian.

Momen yang paling tepat adalah pada hari kelahiran HMI, yaitu 5 Februari mendatang, agar menjadi kado sejarah bagi seluruh kader dan alumni," tegas salah satu tokoh KAHMI, Abidinsyah Siregar, memberikan usulan terkait jadwal peresmian.

Acara pengajian ini juga diisi dengan ceramah ilmiah dan keagamaan oleh Al-Ustadz Muhammad Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Fadlan mengedukasi para hadirin mengenai sejarah peradaban Islam di Sumatera Utara, di mana ia meluruskan bahwa jejak Islam tertua di Indonesia berada di Barus, Tapanuli Tengah, bukan wilayah lain seperti yang sering diasumsikan.

"Perjalanan dakwah itu laksana burung Wak-Wak yang menjadi negeri menyimpan cahaya.

Daerah yang dulunya terpencil dan gelap di Papua, kini memancarkan cahaya keimanan. Melalui Yayasan Haji Anif, masjid ke-70 juga dibangun di Merauke, Papua. Walau menjadi yang ke-70, masjid di ujung timur itu menjadi tempat berkumandangnya azan subuh pertama di Indonesia, baru kemudian disusul oleh masjid-masjid lainnya di wilayah barat," ungkap Ustadz Fadlan Rabbani.

Sebagai seorang trainer HMI, Ustadz Fadlan terus berkomitmen melanjutkan nafas perjuangan dakwah Lafran Pane di tanah Papua dengan menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Ia juga membagikan analogi sederhana mengenai filosofi seekor ayam yang sedang mencari makan sebagai potret keikhlasan dalam berjuang di jalan Allah SWT.

"Mari kita mengambil analogi kehidupan dari seekor ayam yang sedang makan. Ayam itu selalu hadir di mana saja tanpa mengeluh dan terus berusaha.

Karena itulah, dalam berorganisasi dan berdakwah, kita harus selalu ikhlas dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, di mana pun kita ditempatkan," tambah Ustadz Fadlan dalam ceramahnya.

Silaturahmi dan pengajian ini dihadiri oleh jajaran fungsionaris teras Yayasan Alimbas Insan Cita, di antaranya Ketua Dewan Pembina Abdullah Rasyid, Ketua Dewan Pengawas Riswal Hanafi Siregar, Ketua Umum Dia Ramayana, dan Sekretaris Jenderal Fadli Nasution.

Hadir pula tokoh-tokoh alumni HMI lainnya seperti Yun Ilman, Ucok Kalimatua Siregar, Ahmad Sani, Robi A. Marpaung, Muhammad Joni, Syafrudin, Hadhy Priyono, Bardansyah, Leriadi, Hasriwal AS, Alna Tanjung, Ina Tanamas, serta Ide Supriatin. (Has)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait