Harun Ridwan Nasution Pimpin KONI Madina Periode 2026-2030Harun Ridwan Nasution Pimpin KONI Madina Periode 2026-2030

PANYABUNGAN (beritasore.co.id): Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun 2026 resmi menetapkan Harun Ridwan Nasution sebagai Ketua terpilih secara aklamasi, Rabu (2/9/2026).
Harun Ridwan Nasution maju sebagai calon tunggal dengan dukungan sah dari 14 cabang olahraga (cabor) dari 15 Pengurus Cabang (Pengcab) yang masih aktif.
Musorkablub KONI Madina dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Madina, Parlin Lubis, di Aula D'San Hotel, Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus KONI Sumatera Utara yang diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi H. Irwan Pulungan, S.Sos., M.M., Kasat Binmas Polres Madina, Dandim 0212/TS yang diwakili Danramil 13/Panyabungan, Kepala BNNK Madina, sejumlah pimpinan OPD Madina, OKP, para ketua Pengcab olahraga, serta tamu undangan lainnya.
Penetapan Harun Ridwan Nasution sebagai Ketua KONI Madina periode 2026-2030 dilakukan melalui sidang pleno yang dipimpin Ketua H. Muktar Hanapi, Wakil Ketua Muhammad Idam Daulay, dan Sekretaris Saipul Anwar.
Usai terpilih, Harun menyampaikan komitmennya untuk mentransformasi tata kelola dan pembinaan olahraga di Mandailing Natal.
"Melalui kerangka kerja strategis yang berfokus pada kemandirian organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sarana dan prasarana, KONI Madina siap mencetak atlet-atlet berprestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional," ujarnya.
Ia menegaskan, KONI sebagai organisasi yang mandiri dan profesional akan mengoptimalkan seluruh potensi cabang olahraga.
"KONI sebagai organisasi yang mandiri dan profesional akan mengoptimalkan seluruh potensi cabang olahraga sebagai kekuatan untuk peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Mandailing Natal," kata Harun.
Ia juga berkomitmen membangun karakter insan olahraga, baik atlet, pelatih, wasit, maupun manajer, guna menciptakan semangat juang (fighting spirit) dan militansi dalam upaya meraih prestasi terbaik.
(Syah).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda