H. Aswin Parinduri: Jangan Terjebak Perebutan Jabatan, Utamakan Masa Depan Partai GolkarH. Aswin Parinduri: Jangan Terjebak Perebutan Jabatan, Utamakan Masa Depan Partai Golkar

PANYABUNGAN (beritasore.co.id): Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H. Aswin Parinduri, S.H., M.H., mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak pada perebutan jabatan dan lebih mengutamakan masa depan Partai Golkar.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dan arahan pada Rapat Pleno Diperluas DPD Partai Golkar Mandailing Natal, Jumat (9/10).
Menurutnya, dalam setiap proses Musyawarah Daerah (Musda), dinamika politik organisasi merupakan hal yang wajar.
"Ada aspirasi, ada harapan, ada figur yang didukung, dan mungkin ada perbedaan pandangan. Itu semua adalah bagian dari kehidupan demokrasi organisasi," ujar Aswin.
Ia menegaskan, Partai Golkar harus lebih besar daripada kepentingan siapa pun.
"Kita datang membawa nama Partai Golkar, kita bekerja untuk Partai Golkar, dan kita harus meninggalkan warisan berupa partai yang lebih kuat bagi generasi berikutnya," tegasnya.
Aswin mengajak kader untuk melahirkan gagasan dan kepemimpinan yang lebih baik dengan menjalankan demokrasi secara santun.
"Mari kita buktikan bahwa kader Partai Golkar mampu menjalankan demokrasi dengan santun. Berkompetisi dengan sehat, menerima keputusan organisasi dengan dewasa, dan tetap bersatu setelah seluruh proses Musda selesai," katanya.
Ia berharap Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal dapat berjalan lancar, tertib, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat organisasi serta memperjuangkan aspirasi rakyat.
"Jangan sampai masyarakat hanya mengenal Partai Golkar ketika menjelang pemilihan umum. Kita harus hadir sebelum pemilu, ketika pemilu berlangsung sesuai ketentuan, dan terutama setelah pemilu ketika masyarakat membutuhkan perjuangan dan pembelaan terhadap aspirasinya," ujarnya.
Aswin menyebut, ukuran keberhasilan kader Golkar yang sesungguhnya adalah seberapa besar kehadirannya dirasakan oleh masyarakat.
"Kader Golkar harus menjadi bagian dari solusi, bukan menambah persoalan," ucapnya.
Dikatakannya, masyarakat Mandailing Natal masih memiliki berbagai kebutuhan dan harapan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, pembukaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat desa.
Karena itu, ia meminta seluruh kader mengedepankan kedewasaan politik. Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah sesuai mekanisme organisasi harus mampu merangkul seluruh kader.
"Siapa pun yang belum memperoleh amanah, tetap harus dihormati dan diberikan ruang untuk berkontribusi. Jangan ada kader yang merasa lebih besar daripada partai. Jangan ada kepentingan pribadi yang ditempatkan di atas kepentingan organisasi," sebutnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak menunda pekerjaan, tidak mengabaikan administrasi, dan tidak mengambil keputusan yang salah.
"Kepada seluruh pengurus dan kader, mari kita dukung proses ini dengan memberikan masukan yang konstruktif. Apabila terdapat perbedaan pendapat, sampaikan melalui forum yang tepat dan sesuai mekanisme organisasi," ujarnya.
Kepada seluruh unsur Partai Golkar di Kabupaten Mandailing Natal, Aswin meminta untuk menjaga suasana yang kondusif.
"Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Jangan menyebarkan informasi yang dapat memecah hubungan keluarga besar Partai Golkar yang saya banggakan," katanya.
Di akhir sambutannya, ia berpesan agar kader tidak mewariskan perpecahan.
"Saya ingin mengakhiri sambutan ini dengan sebuah pesan: Jangan wariskan perpecahan kepada generasi kader berikutnya. Wariskanlah persatuan, kedewasaan, loyalitas, dan semangat pengabdian. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melahirkan kepemimpinan yang lebih baik," pungkasnya.
"Kita harus menunjukkan bahwa Partai Golkar merupakan organisasi politik yang matang, berpengalaman, dan mampu menyelenggarakan proses demokrasi internal secara bermartabat. Mari kita jadikan Musda ini sebagai titik tolak untuk memperkuat persatuan, memperbaiki kekurangan, menyatukan langkah, dan membangun masa depan Partai Golkar yang lebih baik." (Kdr)











Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda