Guyub Sedulur Menguat di Ambal Warso ke-32 Keluarga Besar DIY Deli SerdangGuyub Sedulur Menguat di Ambal Warso ke-32 Keluarga Besar DIY Deli Serdang


DELISERDANG (beritasore.co.id): Semangat guyub sedulur dan pelestarian budaya Jawa menguat dalam peringatan Ambal Warso ke-32 Keluarga Besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kabupaten Deli Serdang. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga paguyuban.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua Keluarga Besar DIY Sumarsono, Brigjen TNI (Purn) Ahwan, Beny Subarjo, DPP Pujakesuma Bersatu Rianto SH MH, Paryono, serta keluarga besar Paguyuban DIY.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

"Guyub sedulur harus terus kita jaga. Persaudaraan ini perlu dirawat, dan budaya Jawa harus terus dilestarikan agar nilai-nilai luhurnya dapat diwariskan kepada generasi muda," ujar Lom Lom Suwondo.
Ketua Keluarga Besar DIY, Sumarsono, menegaskan bahwa Ambal Warso bukan sekadar seremoni tahunan.
"Ambal Warso ke-32 ini bukan hanya seremonial, melainkan wadah silaturahmi bagi seluruh warga Paguyuban DIY. Kebersamaan harus tetap terjaga, sekaligus menjadi ikhtiar kita bersama untuk melestarikan budaya Jawa," kata Sumarsono.
Apresiasi juga disampaikan Brigjen TNI (Purn) Ahwan. Ia berterima kasih kepada seluruh sedulur Jawa Yogyakarta yang konsisten membumikan budaya Jawa di perantauan.
"Terima kasih kepada sedulur Jawa Yogyakarta yang masih terus membumikan budaya Jawa. Ini penting agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan DPP Pujakesuma Bersatu, Rianto SH MH yang akrab disapa Anto Genk. Ia menilai kegiatan seperti Ambal Warso menjadi bukti kuatnya persaudaraan masyarakat Jawa.
"Kami sangat mengapresiasi keguyuban sedulur Jawa DIY. Semoga semangat kebersamaan, kerukunan, dan kecintaan terhadap budaya Jawa terus tumbuh dan menjadi perekat persaudaraan di Sumatera Utara," ujar Anto Genk.
Peringatan Ambal Warso ke-32 berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Pesan guyub, rukun, dan sedulur menjadi spirit utama dalam upaya melestarikan budaya Jawa di Sumatera Utara.(rel).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda