Breaking News
Memuat breaking news...

Gedung Putih Cabut Kartu Pers Tiga Media

Redaksi
Redaksi
Senin, 21 September 2026 - 7.47 AM WIB
2
Gedung Putih Cabut Kartu Pers Tiga Media
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: REUTERS
Reading Comfort
adjust the font size

Jakarta (beritasore.co.id): Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut akses peliputan sejumlah jurnalis di Gedung Putih. Bersamaan dengan itu, Departemen Luar Negeri AS menyetujui potensi penjualan jet tempur F-35 ke Arab Saudi yang menuai protes Israel, serta muncul klaim dari Iran soal tujuh syarat untuk membuka Selat Hormuz.

Gedung Putih Cabut Kartu Pers CNN, MS NOW, dan Politico

Kartu pers sejumlah jurnalis Gedung Putih dinonaktifkan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan larangan peliputan bagi tiga organisasi media: CNN, MS NOW, dan Politico.

Larangan mulai diberlakukan pada Sabtu [20/9] pagi waktu setempat. Reporter CNN Betsy Klein ditolak masuk kompleks Gedung Putih setelah kartu persnya tidak aktif. Seorang reporter dan fotografer MS NOW juga dilaporkan ditolak saat tiba untuk bertugas pada hari yang sama.

Belum ada pernyataan resmi Gedung Putih yang merinci alasan administratif pencabutan kartu tersebut. Presiden Trump sebelumnya menuding ketiga media tersebut menyebarkan berita palsu.

CNN menyatakan akan tetap melanjutkan peliputan terhadap pemerintah AS meski akses fisik dibatasi. Sementara MS NOW menyatakan akan menempuh langkah hukum untuk membela hak kebebasan pers yang dijamin Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Presiden Trump juga mengancam akan memperluas larangan tersebut ke organisasi media lain dan menyebut The New York Times dan The Washington Post sebagai media yang berpotensi masuk dalam daftar larangan.

Iran Klaim Ajukan Tujuh Syarat untuk Buka Selat Hormuz

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, pada Sabtu [20/9], mengklaim Iran telah mengajukan tujuh persyaratan kepada Amerika Serikat untuk memulai perundingan dan menyelesaikan konflik di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Rezaee kepada kantor berita Iran, Tasnim, seperti dikutip pada Sabtu.

"Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun," ujar Rezaee.

Ia menambahkan, jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat tersebut. Hingga berita ini disusun, belum ada rincian resmi mengenai isi ketujuh syarat tersebut, dan belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS.

AS Setujui Potensi Penjualan F-35 ke Arab Saudi, Israel Menyatakan Kekhawatiran

Departemen Luar Negeri AS pada Kamis [18/9] menyetujui potensi penjualan jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi. Persetujuan tersebut dilaporkan CNN pada Jumat [19/9].

Nilai penjualan beserta peralatan terkait diperkirakan mencapai 24,3 miliar Dolar AS atau sekitar Rp432,8 triliun dengan asumsi kurs Rp17.812 per Dolar AS.

Berdasarkan pernyataan Departemen Luar Negeri, Arab Saudi mengajukan permintaan 48 unit F-35 varian lepas landas dan mendarat konvensional [CTOL] serta 49 mesin Pratt & Whitney F135-PW-100.

Penjualan ini sebelumnya dikaitkan dengan upaya normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel. Namun menurut laporan CNN, pemerintahan Trump tampaknya tidak lagi menjadikan normalisasi sebagai syarat dan lebih fokus pada kerja sama penjualan senjata.

Pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi setelah pengumuman tersebut. Namun pada November 2025 lalu, saat wacana penjualan ini pertama kali mengemuka, seorang sumber keamanan Israel menyebut potensi kepemilikan jet generasi kelima oleh Arab Saudi sebagai hal yang mengkhawatirkan bagi keamanan Israel.(cnni).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait