Breaking News
Memuat breaking news...

Dukung Ketahanan Pangan, 16 Jaringan Irigasi Tersier Dibangun di Abdya

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 4.52 PM WIB
3
Dukung Ketahanan Pangan, 16 Jaringan Irigasi Tersier Dibangun di Abdya
Keterangan Foto: Pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tersier Program P3-TGAI 2026 di Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Abdya. Sabtu (8/8). (Ist).
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (beritasore.co.id): Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I membangun dan meningkatkan 16 jaringan irigasi tersier di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Program ini menyasar enam kecamatan untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 tersebut ditargetkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 150 menjadi 200 melalui optimalisasi distribusi air ke areal persawahan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera I Aceh, Syafrepi, mengatakan 16 titik pembangunan tersebar di Kecamatan Setia, Manggeng, Blangpidie, Jeumpa, Babahrot, dan Lembah Sabil.

"Ini adalah bagian dari upaya mendukung kedaulatan pangan nasional. Dengan distribusi air yang lebih baik dan jaringan irigasi yang berfungsi optimal, kami targetkan IP bisa naik dari 150 menjadi 200," ujar Syafrepi kepada Waspada.id, Sabtu (8/8).

Setiap Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) penerima program mendapat pagu anggaran Rp195 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan baru jaringan tersier dengan panjang saluran 250 hingga 300 meter per lokasi.

Menariknya, pembangunan dilakukan secara swakelola tanpa melibatkan kontraktor. Petani yang tergabung dalam P3A terlibat penuh mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pengawasan. Skema ini juga menerapkan pola Padat Karya Tunai untuk menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi desa.

Adapun 16 P3A penerima program tersebut adalah:

Kecamatan Setia: P3A Alue Idham Cinta Makmur (Desa Cinta Makmur), P3A Tani Sabee Meupakat (Desa Pisang), P3A Sahoe Meulangkah (Desa Tangan-Tangan Cut), P3A Ujong Tanoh Jaya (Desa Ujung Tanah), dan P3A Gunong Meulinteng (Desa Lhang).

Kecamatan Manggeng: P3A Muda Karya (Desa Tokoh) dan P3A Usaha Tani Bersama (Desa Lhok Puntoy).

Kecamatan Blangpidie: P3A Lhung Asam Jaya (Desa Lhung Asan) dan P3A Tani Bahagia (Desa Kuta Bahagia).

Kecamatan Jeumpa: P3A Maju Beurata (Desa Kuta Jumpa) dan P3A Ingin Jaya (Desa Cot Mane).

Kecamatan Babahrot: P3A Pejuang Seulamat (Desa Alue Dawah), P3A Keujrueng Blang (Desa Rukoh Dame), dan P3A Pakat Jroh (Desa Cot Seumantok).

Kecamatan Lembah Sabil: P3A Karya Sentosa Tani (Desa Cot Bak U) dan P3A Tani Makmur Rakan (Desa Meunasah Sukon).

Syafrepi menegaskan, keberhasilan P3-TGAI tidak hanya diukur dari selesainya fisik bangunan, tetapi dari fungsinya mengalirkan air secara optimal. "Jaringan yang dibangun harus berfungsi dan manfaatnya berkelanjutan. Karena itu pemeliharaan pasca konstruksi sangat penting," tegasnya.

Progres 70 Persen di Lhung Asan

Salah satu lokasi pelaksanaan adalah Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, yang dikelola P3A Lhung Asam Jaya di bawah ketua Nazaruddin. Sawah di gampong tersebut mencapai belasan hektare.

Keuchik Lhung Asan, Maidi, S.Sy, menyambut baik program tersebut. "Alhamdulillah, kami bersyukur mendapat program ini. Jaringan irigasi yang baik adalah kebutuhan utama petani. Harapannya pengairan sawah jadi lancar dan manfaatnya dirasakan jangka panjang," katanya.

Senada, Ketua P3A Lhung Asam Jaya, Nazaruddin, menyatakan kesiapan kelompoknya menjaga kualitas pekerjaan. "Harapan kami bukan hanya saluran selesai, tapi distribusi air ke sawah benar-benar lebih baik. Kami bersama masyarakat akan ikut menjaga dan memeliharanya," ujarnya.

Sementara Konsultan Manajemen Balai (KMB), Fahrial, menyebut progres di Lhung Asan telah mencapai 70 persen. "Sesuai jadwal, kontrak berakhir 17 September 2026 dan serah terima pada 16 September 2026," jelasnya.

Kegiatan di Lhung Asan turut didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Rafiq Marzuq, ST, serta dipantau Sekretaris Gampong Mursalin, M.Pd, dan tokoh masyarakat Jufriadi.(wmi).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait