Breaking News
Memuat breaking news...

Drs. H. Hasrul Azwar, M.M. Dianugerahi Royal Medal Wissam Al Malaki Oleh Raja Maroko

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 8.27 AM WIB
9
Drs. H. Hasrul Azwar, M.M. Dianugerahi Royal Medal Wissam Al Malaki Oleh Raja Maroko
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id): Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI, menganugerahkan penghargaan tertinggi Kerajaan Maroko, Royal Medal Wissam Al Malaki, kepada mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Maroko dan Republik Islam Mauritania, Drs. H. Hasrul Azwar, M.M.

Penghargaan diserahkan melalui Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Redouane Houssaini, dalam rangkaian resepsi peringatan 27 tahun bertahtanya Raja Mohammed VI, yang digelar di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (30/7/2026) malam.

Dubes Redouane Houssaini dalam sambutannya mengatakan, penghargaan diberikan atas jasa dan kontribusi besar Hasrul Azwar selama mengemban tugas sebagai Dubes RI di Rabat periode 2019-2025.

"Selama enam tahun bertugas, beliau dinilai sangat berjasa dalam meningkatkan kerja sama bilateral Indonesia-Maroko di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, agama, pariwisata, hingga kebudayaan," ujar Redouane.

Penghargaan ini terbilang istimewa dan langka. Sejak Indonesia membuka Kedutaan Besar di Rabat pada tahun 1960, tercatat 10 duta besar pernah bertugas di Maroko. Dari jumlah tersebut, baru tiga orang yang menerima Royal Medal Wissam Al Malaki, salah satunya putra kebanggaan Sumatera Utara, Drs. H. Hasrul Azwar, M.M.

Usai menerima penghargaan, Hasrul Azwar yang didaulat memberikan sambutan dalam Bahasa Arab mengaku terkejut dan terharu. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla.

"Penghargaan ini sejatinya bukan untuk saya pribadi dan keluarga, melainkan untuk bangsa dan rakyat Indonesia," kata politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pernah menjabat Ketua Fraksi dan Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Dalam kesempatan tersebut, Hasrul juga menyampaikan ucapan selamat atas 27 tahun bertahtanya Raja Mohammed VI dan mendoakan agar Raja senantiasa diberikan kesehatan serta kemakmuran dan kesejahteraan selalu menyertai rakyat Maroko.

Ia pun mengenang kedekatannya dengan Maroko. Selama bertugas, ia kerap terharu mendengar lagu kebangsaan Maroko, terutama pada bait penutupnya yang berbunyi 'Allah, Al-Watan, Al-Malik' (Allah, Tanah Air, dan Raja).

"Hal itu menunjukkan betapa kuatnya rasa cinta rakyat Maroko kepada Sang Pencipta, tanah air, dan rajanya," ujar Hasrul yang hadir didampingi istri, Hj. Sri Wahyuni Santosa, putra bungsu Khairul Imam beserta istri.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, anggota DPR RI Yasonna H. Laoly, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, serta para duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia.

Terpisah, Wakil Sekretaris Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara, Drs. Agus Salim Ujung, menilai penghargaan tersebut sangat layak diterima Hasrul.

"Dipercaya pemerintah hingga enam tahun menjadi Dubes di Maroko tentu karena beliau adalah sosok istimewa dan sangat mumpuni. Ini kebanggaan bagi Sumatera Utara dan kader HMI," ujarnya.

Dedikasi Hasrul juga tercermin dari pesan perpisahan yang ditulis staf KBRI Rabat saat akhir masa tugasnya: 'Enam tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu, Bapak telah menjadi lebih dari sekadar seorang Duta Besar. Bapak adalah sosok pemimpin, sahabat, sekaligus keluarga bagi kami semua di KBRI Rabat dan masyarakat Indonesia di Maroko serta Mauritania.'(rel).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait