Breaking News
Memuat breaking news...

Diduga Ancam Pondasi Masjid Al-Muhtadin, Satu Ekskavator Tambang di Kotanopan Dibakar Massa

Redaksi
Redaksi
Minggu, 4 Oktober 2026 - 3.32 PM WIB
10
Diduga Ancam Pondasi Masjid Al-Muhtadin, Satu Ekskavator Tambang di Kotanopan Dibakar Massa
Reading Comfort
adjust the font size

KOTANOPAN (beritasore.co.id): Satu unit alat berat jenis ekskavator dan satu box penyaring material tambang emas di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, dibakar massa, Minggu [04/10] dini hari.[Madina]

Pembakaran diduga dipicu aktivitas penambangan yang beroperasi di belakang Masjid Al-Muhtadin dan dikhawatirkan mengancam struktur pondasi masjid.

Informasi yang dihimpun, kekesalan warga Kelurahan Pasar Kotanopan memuncak setelah peringatan yang disampaikan pengurus masjid tidak diindahkan pengelola tambang.

"Emosi warga mungkin sudah memuncak, sehingga terjadi pembakaran," ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi via telepon seluler, Minggu.

Menurut warga setempat, Pengurus Badan Kemakmuran Masjid [BKM] Al-Muhtadin bersama masyarakat telah berulang kali mengingatkan pemilik modal tambang agar menghentikan pengerukan di zona yang dekat dengan masjid.

Warga bahkan telah membuat batas pengaman berupa tali dengan jarak minimal 40 meter dari pondasi masjid.

"Masyarakat sudah membuat batasan agar lokasi pengerukan berjarak minimal 40 meter dari pondasi masjid. Namun kesepakatan itu tidak pernah digubris. Kalau malam hari, aturan itu selalu dilanggar," kata warga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai Masjid Al-Muhtadin merupakan sarana ibadah vital yang digunakan masyarakat lokal dan pengguna jalan lintas Sumatera Kotanopan. Aktivitas pengerukan yang terlalu dekat dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor dan membahayakan jemaah.[Jalinsum]

"Meski lahan yang dikeruk itu diklaim milik bos tambang, dampaknya sangat berbahaya bagi keselamatan bangunan masjid dan kenyamanan warga yang beribadah," tegasnya.

Terpisah, Humas Polres Madina, Roi Manurung, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu [04/10], membenarkan adanya peristiwa pembakaran tersebut.

"Benar pak, tapi masih dalam penyelidikan pihak Polres dan pemilik ekskavator yang dibakar masih diselidiki," ujar Roi Manurung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait legalitas tambang tersebut dan jumlah kerugian akibat pembakaran.(Kandar).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait