Diangkat Jadi Tokoh Adat Nias Selatan, Fadli Zon: Budaya Bukan Sekadar Masa LaluDiangkat Jadi Tokoh Adat Nias Selatan, Fadli Zon: Budaya Bukan Sekadar Masa Lalu

TELUKDALAM (beritasore,co.id): Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Festival Budaya Adat Gema Budaya Hilifamaedodanö Bawomataluo Expo IV. Pembukaan berlangsung di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Senin (27/7) malam.
Kedatangan Menbud disambut hangat Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan, jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta ratusan warga. Penyambutan dilakukan dengan atraksi Tari Perang dan tradisi ikonik Fahombo atau Lompat Batu khas Desa Budaya Bawomataluo.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga dianugerahi gelar adat sebagai Tokoh Adat oleh tetua dan masyarakat Nias Selatan.
Menyampaikan sambutan, Fadli Zon mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan tersebut. Menurutnya, gelar adat bukan sekadar penghargaan personal.
"Gelar adat ini bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan simbol kebersamaan antara pemerintah pusat dan masyarakat adat Nias. Ini adalah pengingat bersama untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan kebudayaan Nusantara," ujar Fadli Zon.
Fadli Zon menilai, Nias Selatan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan lengkap. Di satu sisi memiliki warisan budaya benda seperti pemukiman megalitikum dan rumah adat Omo Sebua yang berdiri kokoh melintasi zaman. Di sisi lain, warisan budaya tak benda seperti Fahombo, tari perang, hingga tradisi lisan tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
Secara khusus, Menbud menyoroti status Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Bawomataluo. Ia menegaskan kawasan tersebut bukan hanya milik Nias Selatan, melainkan warisan peradaban Nusantara dan dunia.
"Oleh karena itu pelestarian yang berkelanjutan harus terus kita jaga dengan mempertahankan keaslian, nilai spiritual, dan struktur adat setempat. Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penuh perlindungan dan pemajuan cagar budaya ini," tegasnya.
Di akhir sambutan, Fadli Zon mengapresiasi penyelenggaraan festival dan berharap menjadi momentum regenerasi budaya bagi generasi muda.
"Saya berharap festival ini menjadi wadah pelestarian sekaligus panggung besar yang mengenalkan keagungan budaya dan peradaban megalitikum Nias Selatan ke tingkat nasional hingga internasional. Budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan fondasi membangun masa depan Indonesia yang berkarakter," pungkasnya. (KZ)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda