Breaking News
Memuat breaking news...

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi

Redaksi
Redaksi
Jumat, 21 Agustus 2026 - 9.42 AM WIB
2
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi
Sekretaris Desa Sipaku Area Syahputra Arjuno menerima Sertifikat Desa Binaan Imigrasi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Kamis (20/08/2026). (Foto: ist)
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Desa Sipaku Area, Kabupaten Asahan resmi ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi di Sumatera Utara.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Sertifikat Desa Binaan Imigrasi, pengukuhan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa), serta peresmian Immigration Lounge oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. di Lantai 2 Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Kamis (20/08/2026).

Sertifikat diterima langsung oleh Sekretaris Desa Sipaku Area, Syahputra Arjuno.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang telah mempercayakan Desa Sipaku Area sebagai salah satu Desa Binaan Imigrasi di Sumatera Utara.

"Pemerintah Kabupaten Asahan siap mendukung penuh program ini. Program Desa Binaan Imigrasi sangat bermanfaat karena dapat memberikan edukasi dan mendekatkan layanan keimigrasian langsung kepada masyarakat desa," ujar Bupati.

Menurutnya, program ini penting untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), serta pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto menjelaskan, Desa Binaan Imigrasi hadir sebagai mitra strategis Direktorat Jenderal Imigrasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketentuan hukum di bidang keimigrasian, meningkatkan partisipasi pemerintah desa dan masyarakat dalam pengawasan orang asing, serta memperkuat upaya pencegahan TPPO dan TPPM melalui edukasi.

"Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya desa yang sadar hukum dan peduli terhadap isu-isu keimigrasian, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik dan pengawasan keimigrasian yang semakin optimal melalui pemberdayaan masyarakat," kata Agus.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Imigrasi RI, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumut, unsur Forkopimda Sumatera Utara, Bupati Asahan, serta tamu undangan lainnya.(als)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait