Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Titik Nol Si Raja Lontung, Sabulan Siap Jadi Kampung Kreatif Masa Depan Samosir

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 4.13 PM WIB
3
Dari Titik Nol Si Raja Lontung, Sabulan Siap Jadi Kampung Kreatif Masa Depan Samosir
Reading Comfort
adjust the font size

SAMOSIR (beritasore.co.id): Pemerintah Kabupaten Samosir resmi mengusulkan Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah, program unggulan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. Desa yang menyimpan jejak sejarah Si Raja Lontung dan panorama terasering Danau Toba itu diproyeksikan menjadi pusat baru ekonomi kreatif dan pariwisata Samosir.

Dukungan Pemkab Samosir dibuktikan dengan turunnya Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah ke lapangan, Jumat (9/10/2026). Tim yang dipimpin Benny P. Girsang itu mencocokkan proposal Pemkab dengan kondisi faktual di Desa Sabulan.

"Proposal sudah kami nilai, sekarang kami verifikasi sesuai fakta di lapangan," ujar Benny di sela peninjauan.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kabid Sarpras Bapperida Yanti Ompusunggu, Kabid Perencanaan Perekonomian Rikardo Simbolon, Camat Sitiotio Josro Tamba, Kadis Perkim Golfried Harianja, Kadis Sosial dan PMD Hans Rikardo Sidabutar, Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Samosir Pantas M. Sinaga, Kepala Desa Sabulan, serta OPD terkait.

Siap Jadi Titik Nol Si Raja Lontung

Bagi masyarakat, program ini disambut antusias. Desa Sabulan tidak hanya menawarkan Bukit Sipatungan dan hamparan sawah terasering yang menghadap Danau Toba, tetapi juga nilai sejarah yang kuat.

"Desa Sabulan merupakan kampung bersejarah dan membawa berkah kepada keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di penjuru dunia. Kami bangga dan akan mendukung sepenuhnya program Bapak Gubernur," kata tokoh masyarakat, Mahidin Pandiangan.

Hal senada disampaikan Ketua LAB Samosir, Pantas M. Sinaga. Ia menyebut Sabulan adalah titik nol Si Raja Lontung sehingga penataan situs budayanya sangat penting.

"Pengembangan Desa Sabulan sangat penting sebagai titik nol Si Raja Lontung. Kami berharap situs yang ada dapat ditata kembali," ucapnya.

Camat Sitiotio Josro Tamba menegaskan kesiapan warga, termasuk dalam urusan penyediaan lahan.

"Program Bapak Gubernur akan menjadi berkat bagi masyarakat. Mari kita dukung bersama. Jika mendapat nilai terbaik, desa akan mendapat alokasi anggaran untuk pengembangan," ujar Josro.

Bersaing dengan 45 Desa, Berpeluang Dapat Rp5 - 50 Miliar

Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang menjelaskan, Sabulan memiliki karakter lengkap untuk Kampung Kreatif: perpaduan alam, sejarah, budaya, legenda, hingga potensi wisata. Aksesibilitasnya juga semakin terbuka dengan pembangunan Jalan Provinsi Simpang Gonting – Janji Raja yang menghubungkan Humbang Hasundutan ke Samosir.

Kepala Bapperida Samosir Rajoki Simarmata menambahkan, konsep penataan Sabulan telah disusun secara terintegrasi dan dilengkapi DED serta Master Plan dengan total nilai usulan Rp50 miliar.

Rencana pengembangan meliputi penataan sawah terasering, pembangunan rest area dan gerai UMKM, penataan objek wisata Sipatungan dan situs budaya, penataan parkir, penyediaan air bersih, peningkatan jalan antar dusun, jaringan irigasi, bedah rumah tidak layak huni, hingga pengadaan bibit buah untuk menjaga ekosistem. Kawasan ini juga akan diintegrasikan dengan sentra kuliner khas Batak, gerai souvenir, dan produksi alat musik tradisional.

Ketua Tim Verifikasi Benny P. Girsang menjelaskan, 45 desa di Sumut bersaing dalam program ini. Desa terpilih berpeluang mendapatkan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) senilai Rp5 miliar hingga Rp50 miliar tergantung hasil penilaian pleno.

"Untuk bantuan keuangan provinsi peruntukannya jelas sesuai proposal dan harus ada kolaborasi dukungan dari APBD. Yang paling rendah Rp5 miliar dan yang terbaik Rp50 miliar," jelasnya.

Benny menegaskan, kunci penilaian bukan hanya di atas kertas, tetapi kesiapan masyarakat, kepastian aset dan lahan, serta kesesuaian perencanaan dengan kondisi nyata.

"Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif dan mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai fakta di lapangan," tegasnya.(Hfs)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait