Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Tapsel Serukan Perang Bersama Lawan Narkoba, Rentenir, dan Kemiskinan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 - 6.27 AM WIB
4
Bupati Tapsel Serukan Perang Bersama Lawan Narkoba, Rentenir, dan Kemiskinan
Keterangan Foto: Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu saat memberikan sambutan pada Pengajian Akbar BKMT Masyitoh di Batang Angkola.
Reading Comfort
adjust the font size

BATANG ANGKOLA (beritasore.co.id): Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi tiga persoalan utama yang menghambat kemajuan daerah, yakni narkoba, rentenir, dan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Masyitoh di Lapangan SMP Negeri 3 Desa Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Rabu (22/7/2026).

Bupati menegaskan, perang yang dimaksud bukanlah perang fisik, melainkan gerakan kolektif seluruh masyarakat.

1. Perangi Narkoba dari Keluarga

Gus Irawan meminta keluarga menjadi benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pemkab Tapsel akan terus memperkuat sinergi dengan BNN, kepolisian, dan para ulama untuk mencegah serta memberantas peredarannya.

2. Selamatkan Warga dari Jeratan Rentenir

Bupati mengaku prihatin masih banyak warga yang terjerat pinjaman berbunga tinggi dari lembaga pembiayaan informal. Selain merusak ekonomi, praktik ini juga berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga.

Sebagai solusi, Pemkab Tapsel mendorong masyarakat beralih ke pembiayaan resmi yang lebih manusiawi melalui program KUR Berkah Bank Sumut.

"Kita sedang melakukan pendataan warga yang terjerat rentenir. Kinerja desa ke depan akan kita lihat, termasuk seberapa banyak warganya yang berhasil diselamatkan dari rentenir dan dialihkan ke pembiayaan yang lebih terjangkau," ujarnya.

3. Lawan Kemiskinan Lewat Pertanian

Untuk perang ketiga, yakni kemiskinan, Bupati menyebut Tapsel sebagai daerah terdampak bencana harus segera bangkit melalui penguatan ekonomi kerakyatan.

Pemkab telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan, termasuk pembiayaan dengan bunga 0 persen bagi warga terdampak bencana yang ingin memulai usaha.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur untuk menanam jagung yang dinilai bernilai ekonomi tinggi.

"Keuntungan per hektare bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta. Pengembangan jagung ini nantinya akan kita integrasikan dengan sektor peternakan, dan BUMD akan kita dorong menjadi offtaker hasil produksi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut Sayurmatinggi, Trikurniawan, menjelaskan KUR Berkah saat ini menjadi pilot project di Kabupaten Tapsel dengan bunga 8 persen per tahun.

Untuk kelompok perempuan, pembiayaan bisa diajukan secara berkelompok dengan anggota 6-10 orang, plafon hingga Rp20 juta per orang, disertai pendampingan usaha.

Selain KUR Berkah, Bank Sumut juga menyediakan KUR Jagung. Petani mendapatkan modal tanam plus pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dengan pembayaran angsuran setelah panen dan hasil diserap offtaker. (wmi).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait