Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Nias Barat Dorong Dukungan Pusat Percepat Pembangunan dan Penanganan Bencana

Redaksi
Redaksi
Jumat, 9 Oktober 2026 - 11.53 AM WIB
6
Bupati Nias Barat Dorong Dukungan Pusat Percepat Pembangunan dan Penanganan Bencana
Reading Comfort
adjust the font size

Nias Barat (beritasore.co.id): Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., menegaskan pentingnya dukungan dan sinergi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sekaligus penanganan bencana di wilayahnya.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam rangka monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana, di Ruang Kerja Bupati Nias Barat, Kamis (8/10/2026).

Bupati menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Nias Barat, khususnya dalam penanganan dampak bencana. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan pembangunan daerah tidak hanya soal kebencanaan.

"Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta agar kondisi dan tantangan Nias Barat dilihat secara utuh, sehingga dukungan pembangunan yang diberikan benar-benar sebanding dengan kebutuhan masyarakat," tegas Eliyunus.

Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Nias Barat masih tinggi, yakni 22,47 persen. Sementara lebih dari 53 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan sebagai sumber penghidupan utama masyarakat.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama. Jalan dan jembatan, akses air bersih, serta ketersediaan listrik yang stabil dinilai sangat menentukan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan warga.

Kondisi geografis Nias Barat sebagai daerah kepulauan dengan wilayah pelayanan yang tersebar, menurut Bupati, menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Penanganan Banjir Harus Menyentuh Akar Persoalan

Terkait bencana banjir, Bupati melaporkan pada September 2026 sebanyak 695 kepala keluarga (KK) di 13 desa yang tersebar di 4 kecamatan terdampak banjir. Pemkab terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendorong penanganan sungai dan pengendalian banjir secara permanen.

"Kita tidak ingin hanya datang setelah banjir terjadi. Kita harus mencari solusi dari hulunya dan melakukan penanganan secara permanen," ujarnya.

Terkait bantuan hunian, Bupati menyampaikan sebanyak 59 unit rumah warga terdampak bencana telah masuk dalam proses penyaluran bantuan. Sejumlah kendala administratif dan teknis masih terus diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Kemenko PMK: Pusat dan Daerah Harus Bergerak Bersama

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK, Dr. Sorni Paskah Daeli, M.Si., mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah pascabencana.

Menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup berorientasi pada pemulihan sesaat, tetapi harus diarahkan pada penguatan ketahanan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

"Kami hadir untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan dengan baik. Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terpadu, bukan hanya menyelesaikan dampaknya, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko ke depan," ujar Sorni.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar berbagai program pemerintah pusat dapat benar-benar menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Bupati Nias Barat menegaskan Pemkab Nias Barat siap mendukung dan melaksanakan berbagai program strategis pemerintah pusat, mulai dari perlindungan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan desa.

"Kami siap bersinergi. Yang kami harapkan adalah koordinasi pusat dan daerah semakin kuat, sehingga setiap program yang hadir benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat," kata Bupati.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif sekaligus mendorong percepatan pembangunan Nias Barat secara menyeluruh.

Bupati menegaskan komitmen Pemkab Nias Barat untuk terus membangun kolaborasi lintas pemerintahan demi mewujudkan Nias Barat yang CERAH - Cerdas, Sejahtera, dan Sehat.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Perencana Ahli Pertama pada Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Tito Januar Utama, S.E., Analis SDM Aparatur Ahli Pertama pada Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan Sumber Daya Manusia Muhammad Rafif Hidayatullah, S.M., Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, Kepala Badan, Kepala Bidang, serta jajaran ASN administrator lainnya. (KZ)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait