Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Nias Barat Audiensi ke Kemenpar, Fokus Kembangkan Wisata Bahari

Redaksi
Redaksi
Kamis, 10 September 2026 - 8.30 PM WIB
4
Bupati Nias Barat Audiensi ke Kemenpar, Fokus Kembangkan Wisata Bahari
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id): Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu beraudiensi dengan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Jakarta, Rabu (10/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan wisata bahari sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dalam audiensi itu, Eliyunus memaparkan strategi pengembangan destinasi berbasis kepulauan, desa wisata, serta peningkatan infrastruktur dan SDM pariwisata.

Wamenpar Ni Luh Puspa menilai langkah Pemkab Nias Barat sudah tepat karena fokus pada satu potensi unggulan.

"Pak Bupati sudah sangat fokus pada potensi, yaitu wisata bahari. Saya pikir separuh pekerjaan sebenarnya sudah selesai. Sekarang tinggal bagaimana mengimplementasikan dan menjadikannya action," ujar Ni Luh.

Menurut Ni Luh, Nias Barat perlu memastikan kesiapan tiga komponen utama pariwisata: atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Atraksi dinilai sudah terpetakan, sementara akses dan amenitas masih perlu diperkuat, termasuk jalan, dermaga, air bersih, listrik, internet, dan sanitasi.

Tiga Desa Jadi Pilot Project

Dari 16 desa wisata yang dimiliki Nias Barat, pengembangan awal akan difokuskan pada tiga desa di kawasan flagship Bawa Integrated Creative Island.

Kementerian menilai model pilot lebih efektif dibanding membangun seluruh desa sekaligus. Jika berhasil, model tersebut akan direplikasi ke desa lain.

Ni Luh mengingatkan agar ketiga desa tersebut memiliki diferensiasi produk.

"Setiap desa perlu memiliki diferensiasi sehingga wisatawan memperoleh pengalaman berbeda ketika berpindah," katanya.

Eliyunus menyambut baik pendekatan tersebut.

"Tidak ada keberhasilan tanpa fokus. Kita bangun dulu satu model, pastikan berhasil, kemudian kita replikasi," ujarnya.

Tindak Lanjut: Infrastruktur hingga SDM

Sejumlah tindak lanjut disepakati dalam pertemuan itu:

1. Infrastruktur Dasar: Pemkab diminta segera menyusun proposal kebutuhan prioritas, terutama air bersih, melalui program Sustainable and Quality Tourism Development Program (SQTDP) yang sedang berproses bersama Kementerian PU. 2. Bantuan Sarana: Pengajuan Bantuan Pemerintah (Banper) berupa sarana pendukung destinasi untuk tiga desa pilot. 3. SDM: Pelatihan hospitality, higienitas, pengelolaan homestay, pemanduan wisata, bahasa asing, pemasaran digital, hingga keselamatan wisata bahari, dengan sinergi Politeknik Pariwisata Medan. 4. Pemasaran: Pemanfaatan kanal Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia dengan dukungan storytelling, foto, dan video dari daerah.

Eliyunus menegaskan pembenahan harus didahulukan sebelum promosi masif.

"Jangan sampai promosi lebih maju daripada aktualitas di lapangan. Kita benahi dulu jalannya, dermaga, fasilitas, air, listrik, dan kebersihan," katanya.

Selain itu, Pemkab akan mengusulkan Nias Barat masuk dalam perwilayahan strategis pariwisata nasional dan mereviu RIPPARKAB agar selaras dengan kebijakan nasional.

Audiensi juga membahas tata kelola kapal layar dan yacht asing yang berlabuh di Nias Barat. Disoroti minimnya transaksi ekonomi dengan warga lokal serta potensi kerusakan terumbu karang akibat sampah dan jangkar. Kemenpar menyarankan Pemkab mempelajari model pengelolaan Raja Ampat, termasuk penggunaan mooring buoy.

Sebagai Ketua Forkada Kepulauan Nias, Eliyunus juga mengusulkan penyusunan Grand Design Pariwisata Kepulauan Nias lintas kabupaten/kota untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Ia menargetkan 2027 sebagai fase penguatan destinasi dan 2028 sebagai fase kenaikan kelas pariwisata Nias Barat.(KZ).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait