Bupati Batu Bara Terima Kunker Bapemperda DPRD Sumut Bahas RTRWBupati Batu Bara Terima Kunker Bapemperda DPRD Sumut Bahas RTRW

BATU BARA (beritasore.co.id): Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menerima kunjungan kerja (kunker) Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sumatera Utara dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024-2044.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula B Kantor Bupati Batu Bara, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan rilis resmi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Batu Bara Elpandi melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Batu Bara Akhsanul Rizqy Harahap, S.T., kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menyusun kebijakan tata ruang yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Bupati Baharuddin Siagian menyambut baik kunjungan Ketua Bapemperda DPRD Sumut Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., beserta jajaran anggota Bapemperda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara, kami mengucapkan selamat datang kepada Ketua Bapemperda DPRD Sumatera Utara beserta seluruh rombongan," ujar Bupati Baharuddin.
Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan sejumlah hal strategis terkait evaluasi pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Batu Bara tentang RTRW Tahun 2020-2040, khususnya mengenai tingkat kesesuaian antara rencana pola ruang dan struktur ruang dengan realisasi pembangunan di lapangan.
Menurut Bupati, ada beberapa aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan RTRW Provinsi Sumatera Utara, terutama pengembangan kawasan strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan Industri Kuala Tanjung, serta rencana pengembangan Kawasan Industri Strategis (KIS) di Kabupaten Batu Bara.
Selain itu, Pemkab Batu Bara juga menekankan pentingnya kepastian status kawasan, baik kawasan lindung, kawasan budi daya, maupun kawasan pertanian pangan berkelanjutan. Isu lain yang disoroti adalah penyelesaian tumpang tindih lahan antara Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan dan kawasan permukiman masyarakat.
Bupati juga mendorong optimalisasi Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pusat konektivitas kawasan.
"Harapan kami, Pelabuhan Kuala Tanjung dapat dimaksimalkan peruntukannya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan pusat konektivitas kawasan. Kita juga perlu menyinergikan rencana pengembangan kawasan industri di Kuala Tanjung agar memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian dan masyarakat Kabupaten Batu Bara," kata Bupati Baharuddin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Kepala Dinas Porabudpar, Kepala Dinas Nakerperindag, Plt. Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas PUTR, Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Plt. Kepala Bappelitbangda, Kepala BKAD, serta Kepala Bagian Hukum. (als).











Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda