Breaking News
Memuat breaking news...

Buka Seminar Bela Negara, Bupati Madina Tegaskan Tugas Mahasiswa Angkat Ilmu Bukan Senjata

Redaksi
Redaksi
Senin, 5 Oktober 2026 - 4.35 PM WIB
7
Buka Seminar Bela Negara, Bupati Madina Tegaskan Tugas Mahasiswa Angkat Ilmu Bukan Senjata
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (beritasore.co.id):Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menyebut kesungguhan belajar dan kemampuan berpikir kritis merupakan bentuk konkret bela negara bagi mahasiswa di era digital.

Hal itu disampaikan Saipullah saat membuka Seminar Bela Negara yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina di Aula Kampus STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Senin (5/10/2026).

"Ancaman terhadap bangsa saat ini telah bergeser ke bentuk non-fisik, seperti disinformasi, hoaks, intoleransi, polarisasi sosial, radikalisme, narkoba, dan kejahatan siber," ujar Saipullah.

Menurut dia, makna bela negara telah berubah. Jika dahulu diartikan sebagai kesiapan mengangkat senjata, kini bela negara juga berarti kesiapan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan menghasilkan karya.

"Dulu, membela negara berarti siap mengangkat senjata, tapi hari ini membela negara juga berarti siap mengangkat ilmu, teknologi, dan karya," katanya.

Saipullah menegaskan, bela negara bukan sekadar konsep normatif dalam buku pelajaran, melainkan wujud kesadaran warga negara yang diimplementasikan dalam tindakan nyata untuk menjaga persatuan.

Ia pun mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai agen perubahan yang aktif memperkuat ketahanan nasional.

"Bentuk konkret bela negara bagi mahasiswa adalah belajar sungguh-sungguh, berpikir kritis, melawan hoaks, dan menggunakan media sosial secara bijak," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Saipullah menyatakan keterbukaannya terhadap gagasan dan kritik konstruktif dari kalangan kampus. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton pembangunan.

"Mahasiswa harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kemajuan daerah dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat," tuturnya.

Saipullah menutup arahannya dengan pesan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kesiapan generasi muda. "Bela negara harus menjadi karakter dan budaya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.(Kdr).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait