Breaking News
Memuat breaking news...

Batik dan Songket Motif Salak Jadi Primadona di PRSU Paviliun Padangsidimpuan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 9.37 PM WIB
2
Batik dan Songket Motif Salak Jadi Primadona di PRSU Paviliun Padangsidimpuan
Reading Comfort
adjust the font size

Medan (beritasore.cp.id): Songket salah satu warisan budaya nenek moyang yang sangat berharga dan sampai saat ini terus dilestarikan.

Kain tradisional yang merupakan produksi dan kreasi tangan

sampai saat ini masih di produksi oleh berbagai daerah di Indonesia.

Seperti yang kita kenal dengan songket Palembang, songket Silungkang, songket Sambas,songket Bali, songket Minangkabau.

Masing-masing songket tersebut memiliki corak atau motif yang berbeda. Dengan ciri khas daerahnya masing-masing

Begitu juga dengan hasil produksi songket Padang Sidempuan. Sebagai daerah yang dikenal luas sebagai kota asal usul dan pasar distribusi utama buah salak Sidempuan yang manis dan sedikit rasa sepat buahnya berdaging tebal.

Padang Sidempuan dikenal dengan julukan kota salak. Dengan itupula dijadikan ide yang melekat

pada julukan khasnya sebagai motif pada kain songket dan batiknya dengan gambar buah salak. Kain batiknya pun dijuluki dengan batik salak.

Songket dan batik salak ini menjadi salah satu produk unggulan daerah ini yang dipamerkan di paviliunnya.

Oleh salah satu UMKM dari binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab setempat memamerkannya dan banyak menarik minat pengunjung PRSU

Sebagai pesan produk unggulan daerah itu kain tenunan yang dipadu dengan benang emas dan perak sehingga tampilannya berkilau, mewah dan anggun.

Menurut Ulfa Siregar yang bertugas si paviliun Padang Sidempuan ini, Jumat, (24/6/2026) mengatakan, songket dengan motif salak tersebut setidaknya pengerjaannya seminggu untuk sehelai kain songket karena masih memakai alat tenun tradisionil.

"Kain songket ini umumnya dipakai untuk pakaian adat, pernikahan dan pesta resmi",sebut Ulfa.

Selain songket bermotif salak dan batik salak, motif buah salak ini juga terdapat pada selendang, tempat tisu dan lainnya.

"Untuk harga songket ini juga bervariasi.

Yang di pampangkan di dinding songketnya ada yang harganya Rp1 juta dan ada yang Rp800 ribu.

Begitupun dengan harga batik salak juga dengan harga yang bervariasi. Dari harga Rp400 ribu, Rp300 ribu dan Rp250 ribu", sebut Ulfa.

Oleh-oleh

Dari olahan buah salak sebagai hasil produk turunannya juga dijadikan panganan kecil oleh UMKM. Dan biasanya untuk oleh-oleh khas dari daerah tersebut.

Seperti, dodol salak, bolu salak, sirup salak, kopi salak dan banyak lagi olahan panganan lainnya yang bahan dasarnya dari buah salak.

Dan saat sekarang ini lagi digemari yaitu ice cream dari buah salak.

Untuk panganan kecil olahan dari buah salak tersebut sangat diminati pengunjung. Bahkan tinggal beberapa bungkus yang hanya untuk dipamerkan.

Selain harganya terbilang murah, rasanya gurih dan cita rasa khas buah salaknya tetap terjaga. Tidak heran bila panganan olahan ini menjadi pilihan sebagai oleh-oleh masyarakat luas. (lin)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait