Bahran Saleh Daulay Dilantik Jadi Ketua KADIN Mandailing Natal Periode 2026-2031Bahran Saleh Daulay Dilantik Jadi Ketua KADIN Mandailing Natal Periode 2026-2031

PANYABUNGAN (beritasore.co.id): Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2026–2031 resmi dilantik di Aula Ladang Sari, Desa Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 41 pengurus dilantik, dengan Bahran Saleh Daulay sebagai Ketua. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua KADIN Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Firsal Ferial Mutyara.

Dalam sambutannya, Ketua KADIN Madina terpilih, Bahran Daulay menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Madina. Ia menyebut akan fokus merumuskan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis dan berorientasi pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Komitmen tersebut, kata dia, sangat penting di tengah tantangan ekonomi global, inflasi, dan transisi energi yang menuntut peran strategis seluruh pemangku kepentingan.
Selain menarik investasi dari luar, Bahran menyebut penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi prioritas utama KADIN Madina.
"KADIN berkomitmen mendorong para pelaku UMKM di Madina agar mampu naik kelas, mengadopsi teknologi digital (go-digital), dan memperluas jangkauan pasar mereka," ujarnya.
Dalam pidatonya yang membakar semangat, Bahran mengajak seluruh pengurus untuk langsung bergerak.
"Hari ini kita dilantik, hari ini juga kita 'mengengkol mesin ekonomi daerah'! Kenapa mengengkol? Karena ekonomi tidak akan jalan kalau kita cuma menunggu. Harus ada yang memutar engkolnya dan engkol itu ada di tangan KADIN," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, berpesan agar KADIN Madina terus bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan perekonomian daerah.
"Kalau tidak satu ide, satu pemikiran, dan satu keputusan dengan pemerintahnya, KADIN tidak akan maju," pesannya.
Senada, Bupati Madina, Saipullah Nasution, berharap pelantikan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi titik awal untuk bergerak maju mengaktualisasikan diri dan membangun daerah.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KADIN, pengusaha, dunia pendidikan, lembaga terkait, dan masyarakat.
"Potensi kekayaan daerah yang besar harus dikelola secara profesional dan tepat agar tidak sia-sia. Perlu kerja sama untuk menggaet investor guna mengoptimalkan potensi daerah," ujar Bupati.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Madina, unsur Forkopimda, Wakil Ketua KADIN Indonesia Wilayah Sumatera I, Ivan Iskandar Batubara, serta jajaran pengurus KADIN Sumut. (Syah).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda