Breaking News
Memuat breaking news...

AWG Apresiasi Diplomasi RI Bebaskan Aktivis Dan Jurnalis

Redaksi
Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 - 6.29 PM WIB
AWG Apresiasi Diplomasi RI Bebaskan Aktivis Dan Jurnalis
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorullah ditemui usai konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Jumat (14/3/2025). (ant)
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id) : Aqsa Working Group (AWG) mengapresiasi langkah diplomatik Pemerintah Indonesia dalam merespons tindakan kriminal Zionis Israel, serta upaya pembebasan para aktivis dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

"Mengapresiasi berbagai negara, khususnya Pemerintah Republik Indonesia, atas kecaman dan langkah diplomatik yang dilakukan terhadap tindakan kriminal Zionis Israel serta upaya pembebasan para aktivis dan jurnalis Indonesia," kata Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah, dalam pernyataannya di Jakarta, Juma;at (22/5/2026).

Anshorullah mengatakan, pembebasan tersebut merupakan hasil solidaritas masyarakat global dan tekanan diplomatik internasional.

"Pembebasan ini sama sekali tidak menghapus berbagai pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel, karena penangkapan tersebut dilakukan melalui penculikan di perairan internasional ditambah perlakuan tidak manusiawi terhadap para aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia," katanya.

Menurutnya, pembebasan itu juga bukan karena peran Board of Peace (BoP) karena badan bentukan Presiden Donald Trump itu justru menunjukkan dukungan terhadap kriminalisasi kampanye Global Sumud Flotilla dengan memberikan stigma gerakan tersebut sebagai pendukung Hamas.

AWG mendesak PBB, Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan seluruh lembaga HAM internasional untuk mengadili Israel dan menuntut negara pendukung Zionis, khususnya AS, ikut bertanggung jawab atas berbagai tindakan represif dan pelanggaran HAM yang dilakukan Zionis Israel terhadap warga sipil, jurnalis, dan relawan kemanusiaan.

"Kami juga meminta Pemerintah Indonesia untuk menuntut pertanggungjawaban Zionis Israel atas tindakan penculikan, penahanan ilegal, dan penyiksaan terhadap warga negara Indonesia," katanya seraya menekankan bahwa intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis kemanusiaan tidak akan menghentikan perjuangan solidaritas dunia terhadap Palestina.

"Penahanan, intimidasi, dan perlakuan tidak manusiawi yang dialami para aktivis GSF 2.0 harus menjadi penguat semangat perjuangan solidaritas kemanusiaan untuk Gaza, Palestina, dan Masjid Al Aqsa," tambahnya.

AWG juga menyatakan apresiasi kepada penyelenggara dan jaringan Global Sumud Flotilla 2.0 yang memperjuangkan pembebasan tersebut dan konsisten menggerakkan perlawanan sipil internasional terhadap penjajahan Zionis Israel.

"Mendoakan agar seluruh perjuangan dan pengorbanan aktivis dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla dicatat oleh Allah Ta'ala sebagai bagian dari jihad fi sabilillah dalam membela kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al Aqsa," ujar Anshorullah.(ant)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait