Aset Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele Resmi Dihibahkan ke Pemkab SamosirAset Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele Resmi Dihibahkan ke Pemkab Samosir


SAMOSIR (beritasore.co.id): Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara resmi menghibahkan aset penataan Kawasan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele kepada Pemerintah Kabupaten Samosir.
Serah terima ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) antara Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dengan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumut, Yenni Mulyadi. Prosesi berlangsung di Food Court WFC Pangururan, Selasa (16/09/2026).
Aset yang dihibahkan senilai lebih dari Rp169 miliar tersebut meliputi penataan jalan, irigasi dan jaringan di dua kawasan strategis pariwisata Samosir. Pembangunan kawasan ini dikerjakan Kementerian PU pada 2021-2022 dan dilanjutkan optimalisasi pada 2024.
Dengan hibah ini, kedua kawasan tersebut resmi menjadi Barang Milik Daerah (BMD) Pemkab Samosir dan menjadi tanggung jawab daerah untuk dikelola, dirawat, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PU. Menurutnya, proses pembangunan tidak selalu mudah, namun dapat diselesaikan berkat sinergi yang baik.
"Setelah sekian lama, apa yang kita programkan akhirnya sampai pada tahap dihibahkan. Dalam pelaksanaan program tentu ada suka dan duka, termasuk kendala persoalan lahan, namun semua bisa kita lalui karena sinergi yang baik," ujar Vandiko.
Vandiko menilai penataan WFC Pangururan dan Tele telah memberikan wajah baru bagi Samosir serta berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat.
"Kami memahami, selain meminta pembangunan, kami juga harus mampu merawat dan mengembangkan apa yang sudah dibangun untuk kemajuan masyarakat Samosir," tegasnya.
Ia pun meminta OPD terkait segera menyusun langkah pengelolaan dan pemeliharaan agar aset dimanfaatkan optimal. Ia juga berharap sinergi dengan Kementerian PU berlanjut, termasuk untuk rencana penataan kawasan Tano Ponggol ke depan.
Pada kesempatan itu, Vandiko juga mengusulkan dukungan penyediaan air baku bagi masyarakat Samosir yang saat ini masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Ia meminta pendampingan dari Kementerian PU agar perencanaan sesuai spesifikasi.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumut, Yenni Mulyadi, mengaku bangga pembangunan tersebut telah memberikan manfaat nyata.
"Kami bangga karena apa yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat dengan baik. Ini menjadi catatan positif bagi kita untuk terus menjalin kerja sama," kata Yenni.
Ia berharap Pemkab Samosir dapat mengelola aset tersebut dengan baik sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
"Penataan kawasan sudah selesai dan perbaikan akhir juga sudah selesai. Semoga tidak ada lagi kerusakan dan aset ini semakin bermanfaat bagi Samosir," pungkasnya. (Hfs)









Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda