Ahmad Afandi Apresiasi Capaian Arsip ASN Pemko MedanAhmad Afandi Apresiasi Capaian Arsip ASN Pemko Medan

MEDAN (beritasore.co.id): Tata kelola administrasi kepegawaian Pemerintah Kota Medan mendapat pengakuan nasional. Pemko Medan meraih Piagam Penghargaan Peringkat II Pencapaian Skor Arsip ASN Wilayah Kantor Regional VI BKN pada periode Semester I Tahun 2026.
Piagam tertanggal 7 Juli 2026 tersebut diterbitkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen ASN.
Capaian di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Medan, Ahmad Afandi Harahap.
"Ini patut kita apresiasi. Penghargaan dari BKN menunjukkan ada proses pembenahan dalam tata kelola arsip ASN di Pemko Medan. Jangan berhenti hanya sebagai penghargaan, tapi harus menjadi momentum untuk terus membangun birokrasi yang semakin tertib, profesional, dan berbasis digital," ujar Ahmad Afandi, Sabtu (8/8).
Menurutnya, arsip ASN bukan sekadar urusan simpan-menyimpan dokumen. Arsip adalah fondasi manajemen pemerintahan karena menyangkut rekam jejak, kompetensi, karier, hingga penempatan aparatur dalam pelayanan publik.
Jika data ASN tertib, akurat dan mutakhir, pengambilan kebijakan akan lebih mudah - mulai dari penempatan pegawai, pengembangan karier, pemetaan kebutuhan SDM, hingga evaluasi kinerja.
"Jangan sampai ada data tidak sinkron, dokumen tidak lengkap atau informasi kepegawaian yang tidak diperbarui. Digitalisasi harus membuat birokrasi lebih efektif, bukan sekadar memindahkan arsip manual ke sistem digital," tegasnya.
Jangan Terlena, Target Harus Peringkat I
Ahmad Afandi mengingatkan agar Pemko Medan tidak terlena. Peringkat II harus menjadi pemacu untuk naik ke peringkat I.
"Jangan berhenti di peringkat II. Kalau tahun ini sudah dapat pengakuan dari BKN, tahun depan harus ada target mempertahankan bahkan meningkatkan. Ini harus menjadi budaya kerja, bukan hanya program sesaat," katanya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama menjaga kualitas data dan arsip. Sebab dampaknya langsung pada akurasi data pegawai dan kualitas pelayanan administrasi.
Birokrasi Kuat Fondasi Pembangunan
Ahmad Afandi juga mengapresiasi arah kebijakan Wali Kota Rico Waas yang mendorong penguatan tata kelola dan digitalisasi birokrasi.
"Ini menjadi salah satu capaian positif di bawah kepemimpinan Pak Rico Waas. Pemerintahan yang kuat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti gedung, jalan dan drainase, tapi juga dari seberapa baik sistem birokrasi dibangun. ASN adalah mesin pemerintahan," ujarnya.
Ia berharap penghargaan ini menjadi momentum memperkuat integrasi data ASN antar perangkat daerah. Arsip ASN harus menjadi fondasi birokrasi digital: akurat, mutakhir, terintegrasi, dan aman.
"Ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya bukan berapa banyak penghargaan yang diterima, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Pelayanan harus semakin cepat, mudah, transparan dan profesional," pungkasnya. (MZ)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda