82,54% Rampung, Jembatan Garuda Buatan TNI di Linge Segera Berfungsi82,54% Rampung, Jembatan Garuda Buatan TNI di Linge Segera Berfungsi

LINGE, Aceh Tengah (beritasore.co.id): Upaya pemulihan pascabencana di pedalaman Aceh Tengah terus dikebut. Di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, personel TNI dari Kodim 0106/Aceh Tengah berjibaku merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap III.
Hingga Sabtu (25/07/2026), progres pembangunan jembatan yang membentang di atas Sungai Jamboaye tersebut telah mencapai 82,54 persen.
Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, menyampaikan apresiasi atas kerja keras prajurit di lapangan.
"Ini wujud nyata kolaborasi lintas sektor. TNI, Polri, kementerian/lembaga, unsur sipil, hingga donatur swasta semua turun tangan. Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan TNI yang sedang membangun Jembatan Perintis Garuda di Linge," ujar Safrizal.
Jembatan dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter ini dibangun di atas sungai dengan bentang 90 meter. Dalam kondisi normal, kedalaman Sungai Jamboaye sekitar satu meter. Jembatan ini dirancang mampu menahan beban hingga satu ton.
Pembangunan yang dimulai sejak 6 April 2026 ini menjadi akses vital yang menghubungkan Kampung Reje Payung dengan Kampung Jamat.
Di lapangan, pembangunan melibatkan 16 personel gabungan yang terdiri dari 3 anggota Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka (Yon TP 854/DK) Pameu, 1 personel bantuan teknis dari Zeni Kodam Iskandar Muda, serta 3 warga setempat.
Pada Sabtu kemarin, pekerjaan difokuskan pada pemasangan papan lantai dan pengencangan tiang hanger. Para prajurit terlihat tetap bekerja di bawah terik matahari demi mengejar target penyelesaian.
Safrizal yang juga Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri itu berharap jembatan segera fungsional. Sebab, jembatan ini bukan hanya soal akses, tapi soal aktivitas warga.
Jika jembatan rampung, aktivitas warga akan kembali normal. Termasuk para siswa SDN 10 Linge yang saat ini terpaksa belajar terpisah - sebagian di sekolah induk dan sebagian lagi di tenda darurat di seberang sungai - bisa kembali disatukan.
"Mari kita doakan agar Allah memudahkan segala urusan percepatan pemulihan ini. Terima kasih untuk personel TNI dan warga setempat yang terus berjibaku sejak awal bencana," tutupnya.(wmi).







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda