Breaking News
Memuat breaking news...

Yogurt Durian Medan Jadi Inovasi Dosen USU, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 4.46 PM WIB
4
Yogurt Durian Medan Jadi Inovasi Dosen USU, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Potensi durian Sumatera Utara terus dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan pangan. Melihat masih banyaknya buah durian yang tidak terserap pasar akibat tingkat kematangan maupun kondisi fisik, sejumlah dosen Universitas Sumatera Utara (USU) mengolahnya menjadi produk fermentasi yang diberi nama Yogurt Durian Medan.

Sumatera Utara sendiri memiliki potensi produksi durian yang cukup besar, yakni mencapai 89.004 ton per tahun. Namun, tidak seluruh hasil panen dapat dipasarkan dengan kondisi yang sama. Buah yang terlalu matang atau mengalami kerusakan fisik ringan cenderung memiliki harga jual lebih rendah. Dalam kondisi tertentu, buah tersebut bahkan tidak lagi terserap pasar dan berakhir sebagai limbah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan tim pengabdian mengembangkan pengolahan durian menjadi produk fermentasi. Kandungan karbohidrat dalam daging buah durian yang mencapai 70,1% dinilai mendukung pemanfaatannya sebagai bahan dalam proses fermentasi.

Tim pengabdian yang terdiri dari Ayuni Yustira, S.T., M.T., Ahmad Zikri, S.T., M.T., Ir. Nisaul Fadilah Dalimunthe, S.T., M.Eng., dan Ir. Gina Cynthia Raphita, S.T., M.Sc., Ph.D. Dilaksanakan di Jalan Mustafa No. 1, Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tim untuk memperkenalkan pemanfaatan durian yang memiliki keterbatasan untuk dijual dalam bentuk segar agar tetap dapat memberikan nilai ekonomi.

Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan, mulai dari menyiapkan bahan dan peralatan, mengolah daging durian, hingga memasuki tahap fermentasi menggunakan bakteri asam laktat (BAL).

Produk tersebut dikembangkan tanpa penggunaan pengawet, pengental, maupun perisa sintetis. Karakteristik tersebut menjadi salah satu bagian yang ditawarkan dalam pengembangan Yogurt Durian Medan sebagai produk olahan berbahan dasar komoditas lokal.

“Inovasi Yogurt Durian Medan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen lokal. Durian dengan kondisi cacat fisik ringan yang tadinya sulit dijual segar dengan harga normal, ternyata bisa dimanfaatkan dengan sangat baik menjadi bahan baku produk olahan bernilai ekonomi,” ujar Ayuni Yustira, S.T., M.T., saat memaparkan inovasi tersebut kepada masyarakat.

Ayuni menjelaskan, produk yang dikembangkan tetap mempertahankan karakter rasa dan aroma durian lokal. Berdasarkan uji sensoris yang dilakukan kepada konsumen, Yogurt Durian Medan memperoleh tingkat penerimaan yang baik, dengan perpaduan rasa manis dan asam serta aroma khas durian.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari potensi pangan di sekitar mereka. Tim memberikan pengenalan dasar kewirausahaan dengan menekankan lima sikap penting, yaitu mampu melihat peluang, berani mengambil risiko secara terukur, memiliki inovasi, tekun dalam menjalankan usaha, serta memiliki kemauan untuk terus belajar.

Pemanfaatan buah yang kurang terserap pasar menjadi produk olahan juga membuka peluang untuk mengembangkan usaha berbasis bahan baku lokal. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, inovasi tersebut berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi jumlah pangan yang terbuang.

Tim pengabdian berharap Yogurt Durian Medan tidak berhenti pada tahap pengenalan produk, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai peluang usaha masyarakat. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui perluasan pemasaran, penguatan kelembagaan usaha, hingga pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan perizinan produk pangan.

“Peluang usaha sesungguhnya ada di sekitar kita, berawal dari langkah sederhana memaksimalkan nilai tambah buah lokal yang kurang terserap pasar. Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat berani memulai usaha rintisan, mulai dari mengurus administrasi CV/PT, memperluas pemasaran online, hingga kelak mendapatkan izin edar BPOM dan sertifikasi halal MUI,” pungkas Ayuni.

Dengan mengolah komoditas yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam pemasaran menjadi produk baru, inovasi Yogurt Durian Medan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperpanjang pemanfaatan hasil panen sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 15 tentang ekosistem daratan. (edr)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait