Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Desa Hutanamale Madina Minta Bupati Dan Anggota DPRD Perbaiki Jalan Rusak

Redaksi
Redaksi
Selasa, 15 September 2026 - 3.55 PM WIB
13
Warga Desa Hutanamale Madina Minta Bupati Dan Anggota DPRD Perbaiki Jalan Rusak
Reading Comfort
adjust the font size

HUTANAMALE, MADINA (beritasore.co.id): Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Hutanamale Julu, Desa Hutanamale dan ratusan KK warga Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengharapkan kepada Bupati/Wakil Bupati Madina dan 40 Anggota DPRD jelang pembahasan APBD TA 2027, untuk meninjau kondisi jalan ke lokasi sentra produksi pertanian masyarakat.

Salah seorang warga, Muhammad Nasution mengatakan selama ini jalan ke daerah Sentra Produksi Pertanian di Dusun Hutanamale Julu, Desa Hutanamale diperbaiki oleh warga secara patungan.

"Terkadang dibantu warga Hutanamale yang ada di Kota Medan," ujar Nasution, Selasa (15/9/2026) di Desa Hutanamale, saat meninjau kondisi jalan warga dari dekat.

Kata warga, waktu era Bupati Madina H Amru Daulay pernah dibangun jalan ke daerah sentra produksi, sejak habis masa jabatannya hingga sekarang 15 September 2026, nggak ada lagi APBD Madina untuk memperbaikinya.

Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Nurhayati, warga Kec.Puncak Sorik Marapi, bahwa suka atau tidak suka, warga harus tetap patungan untuk memperbaiki jalan ke sentra produksi pertanian warga.

Menunggu Bupati dan DPRD tak kan mungkin. Jika patungan, sedikit demi sedikit jalan bisa diperbaiki. Jika menunggu, maka warga akan kesulitan akhirnya.

"Kami Optimis dan yakin betul, jika Ketua DPRD Madina, H.Erwin Efendi Lubis.SH, setelah membaca berita ini, bakal datang langsung melihat keadaan jalan warga," ujar Nurhayati.

Kepala Desa Hutanamale, Ahmad Husein yang dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026) dari Panyabungan, membenarkan keadaan jalan rusak ke sentra produksi. Selama ini warga patungan untuk memperbaiki jalan.

Jalan tersebut sekitar kurang lebih 3 km, tapi setiap hari ratusan warga melintasinya, karena di daerah itu ada kebun kopi 300 hektar dan sekitar 30 hektar sudah panen.

"Warga gotong royong, kadang kita unjuk warga untuk beli semen dan pasir, warga sudah berbuat," ujarnya.

Kata dia, kalau proposal agar jalan tersebut dibangun melalui APBD, sudah banyak. Bahkan warga kadang menilai kita negatif soal pengajuan ke Pemkab Madina. (Syah)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait