Breaking News
Memuat breaking news...

Wali Kota Gunungsitoli Hadiri Rembuk Budaya APEKSI 2026

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 4.06 PM WIB
10
Wali Kota Gunungsitoli Hadiri Rembuk Budaya APEKSI 2026
Reading Comfort
adjust the font size

GUNUNGSITOLI (beritasore.co.id): Penguatan kolaborasi antarpemerintah kota menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi daerah.

Hal ini menjadi bagian dari keikutsertaan Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, .SE., MSi., dalam Welcome Dinner Rembuk Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi bagi para kepala daerah untuk mempererat hubungan, membangun komunikasi, dan membuka peluang pertukaran pengalaman dalam pengembangan kebudayaan.

Melalui pertemuan ini, pemerintah kota memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring serta memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kebudayaan sebagai identitas daerah dan bagian dari pembangunan masyarakat.

Welcome Dinner dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Singkawang selaku tuan rumah, Wali Kota Jayapura, serta Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Pertemuan berlangsung dalam suasana kebersamaan yang mendukung terjalinnya komunikasi dan hubungan baik antardaerah.

Rangkaian kegiatan Rembuk Sektor Kebudayaan APEKSI 2026 juga mencakup pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang yang dipusatkan di kawasan samping Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang, serta Rembuk Budaya. Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan budaya daerah melalui peran pemerintah kota.

Bagi Kota Gunungsitoli, keikutsertaan dalam forum tersebut merupakan kesempatan untuk memperluas wawasan dan bertukar pengalaman mengenai upaya menjaga warisan budaya, mengembangkan kreativitas masyarakat, serta memperkenalkan potensi budaya kepada khalayak yang lebih luas.

Pengalaman dan gagasan yang diperoleh dari interaksi antardaerah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan pendekatan pelestarian budaya yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Gunungsitoli.

Kota Gunungsitoli memiliki kekayaan tradisi dan budaya Nias yang menjadi identitas sekaligus aset daerah. Pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas masyarakat agar warisan leluhur tetap hidup, dikenal oleh generasi muda, dan memiliki ruang untuk berkembang di tengah perubahan zaman.

Dalam konteks ini, jejaring kerja sama antarkota dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat pengelolaan potensi budaya daerah.Melalui partisipasi dalam rangkaian APEKSI 2026, Pemerintah Kota Gunungsitoli diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kota lainnya dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Gunungsitoli Hebat, yaitu mendorong potensi lokal agar terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian dan pengembangan kebudayaan membutuhkan komitmen bersama, komunikasi yang berkelanjutan, serta keterbukaan untuk saling belajar.

Dengan memperkuat hubungan dan kolaborasi antardaerah, kekayaan budaya Indonesia diharapkan semakin terjaga, berkembang, dan dikenal luas sebagai identitas bangsa. (KZ)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait