Tolak Pelepasan Tanah Adat, Masyarakat Parlilitan Datangi Kantor BupatiTolak Pelepasan Tanah Adat, Masyarakat Parlilitan Datangi Kantor Bupati

DOLOKSANGGUL (Waspada): Tolak pelepasan tanah adat di Dusun I dan Dusun II Pargamanan Bintang Maria, Desa Desa Simataniari, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, sejumlah tokoh masyarakat dari Lembaga Adat Sionom Hudon datangi Kantor Bupati Humbahas di Doloksanggul, Kamis (25/5).
Kedatangan tokoh mayarakat itu untuk menolak pelepasan tanah adat serta klarifikasi langsung kepada bupati atas beredarnya wacana akan diterbitkan SK Pelepasan Tanah Adat yang diduga akan dilakukan oleh Pemkab Humbahas.
Dia menegaskan, pihaknya keberatan apabila wacana tersebut direalisasikan. Sebab jika tanah adat dilepaskan, akan berpotensi menimbulkan pergolakan dan penyerobotan hutan oleh pihak tidak bertanggungjawab di tanah ulayat Desa Simataniari.
Dia juga menambahkan, jika ada wacana pelepasan tanah adat, Bupati Humbahas dan KPH XIII harus memberitahukan dan berkoordinasi terlebih dahulu kepada masyarakat Kecamatan Parlilitan, khususnya di wilayah hutan ulayat Simataniari. Jika ada wacana, masyarakat perlu mengetahui titik lokasi hutan dan tanh mana saja yang akan dilepaskan oleh Pemkab Humbahas.
Senada dengan itu, Tokoh Masyarakat Desa Simataniari, Pinus Sitanggang menegaskan bahwa masyarakat desanya tidak mengetahui perihal pengesahan SK pelepasan tanah adat itu.
Menyikapi keberatan masyarakat, Bupati Humbahas melalui Sekda,⁹ Tonny Sihombing didampingi Asisten Pemerintahan Setdakab, Makden Sihombing mengatakan, bahwa hingga saat ini laporan atau wacana pelepasan tanah adat belum diterima oleh Pemkab Humbahas.
Dia menambahkan, jika hal tersebut benar, maka sebelum dilaksanakan Pemkab Humbahas, akan terlebih dahulu duduk bersama dengan masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik dan menghargai kedatangan masyarakat Parlilitan hari ini. Namun sejauh ini belum ada keputusan dari Pemkab Humbahas, terkait wacana SK pelepasan tanah adat tersebut. Kami akan terus menelusuri dan menindaklanjuti pertemuan ini agar tidak terjadi perselisihan di antara masyarakat,” pungkas Tonny. (wsp)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda