Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Gelar EduFin on Location di UnpriTingkatkan Literasi Keuangan, OJK Gelar EduFin on Location di Unpri

MEDAN (Berita): Dalam rangka mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelenggarakan survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada tahun 2022.
Hasilnya menunjukan masih adanya gap antara indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen. Sementara indeks inklusi keuangan pada tahun 2022 jauh lebih tinggi mencapai mencapai 85 persen.
Gap ini menunjukan bahwa inklusi yang jauh lebih tinggi dari literasi artinya sudah banyak masyarakat Indonesia yang dapat mengakses dan menggunakan layanan produk sektor jasa keuangan.
Sekar menambahkan, sesuai dengan Undang Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK salah satu tujuan pembentukan OJK adalah memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat yang menggunakan produk atau layanan sektor jasa keuangan. Salah satu bentuk perlindungan yang diberikan adalah melalui edukasi.
Karenanya EduFin on Location yang dihadiri ribuan mahasiswa Unpri serta mengusung tema "Waspada Investasi Ilegal dan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal; Literasi dan Edukasi Keuangan Mencakup Keuangan Syariah" merupakan salah satu upaya edukasi keuangan OJK kepada anak-anak muda khususnya mahasiswa.
Program EduFin on Location sendiri telah diinisiasi oleh OJK sejak tahun 2022 dengan konsep acara EduFin adalah talkshow yang dilaksanakan secara hybrid dan live streaming melalui YouTube OJK.
Dengan acara yang mayoritas dihadiri oleh mahasiswa, Sekar berharap EduFin on Location dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap apa tugas dan fungsi daripada OJK agar mengenal lebih dekat OJK serta memahami apa saja jenis-jenis produk investasi yang selaras dengan profil risiko serta kebutuhan, sehingga mahasiswa dapat memahami dengan baik manfaat dan risiko dari pilihan investasinya, baik itu yang bersifat konvensional maupun syariah.
Sekar menyampaikan, tujuan utama dari EduFin on Location adala hmenjadi bekal bagi para mahasiswa agar terampil dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi untuk masa depan yang mandiri secara finansial serta bersama-sama meningkatkan agen-agen literasi bagi perekonomian Indonesia.
Dalam sambutannya, Sekar juga mengapresiasi para narasumber yang memberi pemaparan dan diskusi dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara pada khususnya.
Kepala Kantor OJK Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (KR5 Sumbagut), Bambang Mukti Riyadi mengatakan acara EduFin on Location menjadi sangat penting sekali karena kemajuan digital seperti pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan merugikan. Secara intelektualitas para mahasiswa merupakan yang terdepan. Untuk itu diharapkan mahasiswa bisa menjadi orang-orang yang memanfaatkan kemajuan digital tersebut dan tidak dirugikan.
Berbicara soal investasi, Bambang menjelaskan, ada satu prinsip yang harus diketahui mahasiswa bahwa semakin tinggi return atau imbal hasil maka semakin tinggi pula risikonya. Untuk itu mahasiswa diminta betul-betul mengikuti materi EduFin yang disampaikan narasumber agar paham dan tak menjadi kaum marjinal di industri keuangan.
Sampai saat ini di Indonesia sebut Bambang, masih saja ada berita-berita orang yang percaya hal ajaib seperti penggandaan uang dan investasi ilegal dengan memberi imbal hasil yang tidak normal.
Menurut Bambang, penindakan hukum di dunia digital seperti penutupan ivestasi ilegal maupun Pinjol ilegal hanya sebuah tindakan seperti pribahasa yang menyebutkan mati satu tumbuh seribu karena platform yang ditutup tersebut berada di belahan dunia atau negara-negara lain sehingga sangat sulit diketahui dengan kemajuan teknologi seperti saat ini.
Sebelumnya Wakil Rektor I Unpri, Abdi Dharma, S.Kom,M.Kom menyatakan, di zaman teknologi seperti saat ini semua hal terasa sangat mudah begitu juga dengan memperoleh permodalan."Kalau dulu sangat sulit mendapat permodalan atau pinjaman, tapi kini sangat mudah, tinggal download aplikasi bisa langsung dapat,"ujar Abdi Dharma.
Begitupun imbuh Abdi Dharma, dengan semakin banyaknya transaksi keuangan secara onine maupun tawaran-tawaran investasi di dunia digital yang menhggunakan teknologi canggih maka ancaman investasi ilegal ataupun penipuan berkedok investasi juga semakin marak dan banyak ditemukan.
Untuk itu Abdi Dharma berharap melalui EduFin yang menghadirkan narasumber yang profesional di bidangnya maka para mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk menggali lebih jauh, memahami lagi semua kemungkinan, tantangan dan peluang dalam hal investasi.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda