Tanggul Rusak, Anggota DPRD Madina Pergoki DAS SimalagiTanggul Rusak, Anggota DPRD Madina Pergoki DAS Simalagi

MADINA (Berita): Keresahan warga terkait rusaknya tanggul akibat aktivitas tambang material di daerah aliran sungai (DAS) Simalagi, Kec. Hutabargot, Kab. Mandailing Natal.
Membuat anggota DPRD Madina bergerak ke lokasi dan memergoki berbagai hal di DAS Aeksimalagi, Senin (20/2).
Anggota DPRD Madina melakukan peninjauan ke lokasi tanggul berdekatan langsung dengan area pengambilan material tanpa izin galian C di daerah aliran sungai (DAS) Aeksimalagi.
Anggota DPRD Madina hadir di lokasi: Dodi Martua Ketua Komisi ll (Feaksi Demokrat), Suhandi Wakil Ketua Komisi ll (Fraksi Gerindra), Ahmad Taufik Siregar Sekretaris Komisi ll, Zulfahri Batubara anggota Komisi ll, Khoirun Nasution anggota Komisi ll, H. Juita Asmara anggota Komisi ll,
Muharuddin (umpan) anggota Komisi ll,
H. Bakhri Efendi Hasibuan Ketua Komisi III.
Sekretaris PUPR Madina, Kabid Lingkungan Hidup, Camat Hutabargot dan sejumlah warga.
Sebelum melihat langsung ke lokasi tanggul Aeksimalagi, anggota DPRD Madina dari lintas komisi menggelar dengar pendapat dengan sejumlah OPD terkait dan warga masyarakat Hutabargot di ruang Bamus.
Para petani sawah di hilir lokasi pengambilan material batu dan pasir ini mengeluh, karena seringnya tanggul air mereka rusak sejak adanya aktivitas pertambangan di DAS Aeksimalagi dengan menggunakan alat berat.
Dikatakannya, anggota DPRD Madina dari komisi ll dan komisi lll dalam jangka dekat akan bersama-sama menindaklanjuti permasalah tersebut hingga tuntas. Untuk sementara, demi menjaga kekondusifan.
Tokoh masyarakat Desa Binaga Rajap Nasution menuturkan, sehubungan dengan adanya aktivitas galian di DAS Simalagi, masyarakat Desa Binaga, Hutarimbaru, Bangunsetia dan Bangunsejati, sudah cukup merasakan dampak dari aktivitas pertambangan, pasalnya, aliran sungai di hilir terjadi pendangkalan membuat warga cemas apalagi nanti musim hujan, area perkampungan bisa jadi tenggelam.
Masyarakat sudah bertahun-tahun mengalami dampak dengan adanya aktivitas pertambangan di DAS Aeksimalagi, Rajap menjelaskan, sebenarnya mereka sudah cukup sabar menghadapi kondisi seperti ini.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda