Serangan Ulat Api Mengganas Di Kebun PTPN lV Tanah Raja SergaiSerangan Ulat Api Mengganas Di Kebun PTPN lV Tanah Raja Sergai

SERGA I(beritasore.co.id): Tanaman kelapa sawit di sejumlah blok areal PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, diduga terserang hama ulat kantong dan ulat api.
Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tersebut terlihat dari kerusakan pada pelepah dan daun tanaman di beberapa afdeling, termasuk Afdeling V kini semakin.meluas dan mengganas.
Pantauan wartawan di lokasi pada Kamis (1/10/2026) menunjukkan adanya daun kelapa sawit yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Kondisi tersebut diduga akibat serangan Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit (UPDKS) yang dapat mengurangi luas permukaan daun hijau sehingga mengganggu proses fotosintesis tanaman.
Apabila tidak segera dikendalikan, serangan hama tersebut berpotensi menurunkan produktivitas tanaman.
Berkurangnya kemampuan tanaman dalam melakukan fotosintesis dapat berdampak pada penurunan produksi tandan buah segar (TBS) pada periode panen berikutnya.
Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Serdang Bedagai, S. Sitorus, SP, meminta manajemen PTPN IV segera melakukan langkah pengendalian secara terukur melalui sensus populasi hama, pemantauan rutin, serta tindakan teknis sesuai standar pengelolaan perkebunan.
“Hama yang menyerang perkebunan kelapa sawit dapat mengurangi produksi panen. Karena itu perlu penanganan serius dan terukur agar kerugian dapat dicegah,” ujar S. Sitorus, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kerusakan daun dalam skala luas tidak hanya mengancam produktivitas tanaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi perusahaan.
Ia menegaskan bahwa perlindungan tanaman merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.
“Perusahaan harus memastikan pengawasan kebun berjalan optimal. Jangan sampai serangan hama meluas dan berdampak terhadap produksi maupun pendapatan perusahaan,” tegasnya.
Sementara itu, hingga Selasa (6/10/2026), Manajer PTPN IV Kebun Tanah Raja, Djoel Irwin, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon seluler.
Terpisah, Humas PTPN IV Kebun Tanah Raja, Leni, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari afdeling terkait sebelum memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi di lapangan.
“Nanti kami sampaikan setelah mengambil keterangan dari afdeling terkait,” tulis Leni melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Kebun Tanah Raja belum menjelaskan secara rinci luas areal yang terdampak serangan hama maupun langkah pengendalian yang telah dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Serangan hama ulat api dan ulat kantong yang diduga terjadi di sejumlah areal kebun tersebut kini menjadi perhatian berbagai pihak. Selain berpotensi menurunkan produktivitas tanaman, kondisi itu juga memunculkan sorotan terhadap efektivitas pengawasan dan pemeliharaan tanaman di lingkungan PTPN IV Kebun Tanah Raja.(Azw)











Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda