Sekda Nias Buka Sosialisasi Penyusunan Dokumen Penanggulangan BencanaSekda Nias Buka Sosialisasi Penyusunan Dokumen Penanggulangan Bencana

NIAS (beritasore.co.id): Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Samson P. Zai, S.H., M.H., membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2026 secara daring dan luring di Ruang Rapat Duria Balaki Lounge Lantai II, Kantor Bupati Nias. Kamis (22/10/2026)
Penyusunan Dokumen RPB Kabupaten Nias Tahun 2026–2030 dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Nias dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (LPPM ITB).
Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan pemahaman, serta menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menghasilkan dokumen perencanaan penanggulangan bencana yang komprehensif, terarah, dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan daerah.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Nias, Febriyaman Lase, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan ruang lingkup dan tahapan penyusunan RPB, memaparkan laporan pendahuluan, serta menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk menghimpun data, saran, dan masukan agar substansi dokumen RPB selaras dengan kondisi riil Kabupaten Nias dan mampu mendukung penanggulangan bencana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Ketua Tim Ahli LPPM ITB, Prof. Krishna S. Pribadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias atas kerja sama yang terjalin dalam penyusunan dokumen tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam meningkatkan kapasitas daerah, khususnya dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.
Ia menegaskan bahwa RPB bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan, strategi, dan pembagian peran penanggulangan bencana berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar dokumen yang disusun tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga realistis dan dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Samson P. Zai, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Ahli LPPM ITB dan seluruh peserta.
Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama, sehingga penyusunan Dokumen RPB Kabupaten Nias Tahun 2026–2030 dapat berjalan secara terarah, partisipatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan koordinasi seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait. Untuk itu,
Dokumen RPB diharapkan menjadi pedoman dalam merumuskan arah kebijakan, strategi, program, dan kegiatan penanggulangan bencana yang terpadu serta selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Nias.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada Tim Penyusun agar penyusunan dokumen didasarkan pada data yang valid dan kondisi riil di lapangan.
Penetapan prioritas harus mempertimbangkan tingkat risiko bencana dan kebutuhan daerah, sedangkan program dan kegiatan yang dirumuskan harus konkret, terukur, realistis, serta dapat dilaksanakan secara efektif.
Sekretaris Daerah juga menekankan pentingnya menyelaraskan perencanaan penanggulangan bencana dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Menurutnya, integrasi tersebut diperlukan agar program penanggulangan bencana tidak berjalan secara terpisah, tetapi menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, Sekretaris Daerah mengharapkan seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam tim teknis berperan aktif mengawal setiap tahapan penyusunan dokumen, mulai dari penyediaan data dan informasi, penyampaian masukan, hingga penyelarasan program sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, Dokumen RPB yang dihasilkan dapat menjadi acuan bersama dalam memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta melindungi masyarakat dari risiko bencana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber, yakni Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nias, Yulianus Zai, S.Sos., M.Si.; Sekretaris Bapperida Kabupaten Nias, Alvien Christopher Lase, S.E.; serta Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Nias, Bernard Nazara, S.T., M.E.
Pemaparan tersebut menjadi bagian dari pembahasan substansi dokumen RPB, khususnya dalam mendukung penyusunan perencanaan penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Kabupaten Nias.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan diskusi dan pembahasan bersama untuk menghimpun tanggapan, saran, serta masukan dari para peserta. Melalui sesi ini, diharapkan terbangun kesepahaman antarpemangku kepentingan mengenai arah penyusunan dokumen, kebutuhan data pendukung, penentuan prioritas, serta keterpaduan program penanggulangan bencana dengan perencanaan pembangunan daerah.
Turut hadir secara langsung Tim Ahli LPPM ITB, Asisten Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias selaku Tim Teknis Penyusunan Dokumen RPB Kabupaten Nias, para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Nias, serta camat se-Kabupaten Nias.
Sementara itu, secara daring hadir perwakilan Analis Kebencanaan Ahli Madya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perwakilan BPBD Provinsi Sumatera Utara, dan Tim Ahli LPPM ITB. Kominfo.Nias (KZ)





Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda