Breaking News
Memuat breaking news...

Saya Diperlakukan Dengan Baik Di Rehabilitasi Narkoba Milik Terbit PA

Administrator
Administrator
Selasa, 25 Januari 2022 - 8.48 PM WIB
Saya Diperlakukan Dengan Baik Di Rehabilitasi Narkoba Milik Terbit PA
Reading Comfort
adjust the font size

P.BRANDAN (Berita) : Terkait isu pemberitaan tentang penjara di rumah Terbit Rencana Peranginangin salah seorang pasien rehabilitasi narkoba angkat bicara.

Adalah Nur Irfan Efendi,  30, warga Dusun IV Desa Pelawi selatan Kec Babalan Kab Langkat salah seorang bekas pasien rehabilitasi narkoba milik Terbit Rencana di Raja Tengah Kec Kuala Kab Langkat mengungkapan kisahnya

Dia menjelaskan, sejak dirawat selama empat tahun di panti rehabilitasi narkoba milik Terbit dirinya diperlakukan sangat manusiawi.

" Saya diberi makan dan diperlukan baik saat tinggal di sana dan diberi obat  seminggu dua kali, " ungkapnya.

Disebutkan, semua pasien yang dirawat seluruhnya diberi kegiatan religius seperti mengerjakan solat dan mengaji.

Terkait isu tempat tersebut penjara perbudakan dirinya menyangkal isu tidak benar buktinya banyak pasien yang sudah sembuh telah dipulangkan ke keluarganya masing masing.

Sementara Zul orangtua Efendi mengatakan sangat bersyukur dan berterimakasih atas adanya panti rehabilitasi narkoba gratis itu.

"Kami sebagai orangtua sangat bersyukur dengan adanya panti rehabilitasi narkoba itu dan berterimakasih pada bapak Terbit yang telah merawat anak kami selama empat tahun tanpa mengeluarkan biaya, " ungkapnya.

Sementara Dedi dari DPRD Langkat beserta masyarakat mengunjungi rumah bekas pasien rehabilitasi narkoba tersebut.

Dirinya berharap panti rehabilitasi itu dapat dipertahankan karena sangat berguna bagi pasien narkoba yang ada di Kab Langkat.

"Di Kab Langkat tidak ada rehabilitasi narkoba selain di Kec Kuala dan tempat rehabilitasi patut dipertahankan dan dibuat lebih baik lagi," ungkapnya.(bap)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait