Saiful Alam Pimpin ORARI Lokal Aceh TamiangSaiful Alam Pimpin ORARI Lokal Aceh Tamiang

KUALASIMPANG (beritasore.co.id): Semangat kebersamaan dan pengabdian kemanusiaan mewarnai babak baru perjalanan amatir radio di Bumi Muda Sedia.
Saiful Alam (YD6AAK) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang masa bakti 2026–2031, Minggu (18/10/2026) di Aula FN Coffe, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru.
Penetapan tersebut menjadi momentum bersejarah dalam persidangan pembentukan kepengurusan ORARI Lokal Aceh Tamiang yang berlangsung khidmat pada Oktober 2026.
Persidangan dipimpin langsung oleh Sekretaris ORARI Daerah (ORDA) Aceh, Hilman Suryadi (YC6GD). Selain memilih ketua, forum musyawarah ini juga merampungkan susunan Dewan Pembina dan Penasihat (DPP) serta tiga bidang strategis, yakni Bidang Organisasi, Bidang Operasi dan Teknik, hingga Bidang Ekonomi.
Keputusan penting ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua ORDA Aceh Nomor SKEP-077/ORDA-Aceh/X/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Momen puncak prosesi ditandai dengan penyerahan pataka organisasi serta berkas SK oleh Ketua ORDA Aceh, T. Marzuki (YB6AK), yang didampingi Hilman Suryadi kepada Saiful Alam.
Dalam pesan hangatnya, Ketua ORDA Aceh, T. Marzuki, mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi sebagai wadah pemersatu yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“ORARI bukanlah milik pribadi, melainkan milik kita bersama. Jadikan wadah ini sebagai sarana menyebarkan informasi positif dan bermakna, terutama dalam situasi tanggap bencana,” tutur T. Marzuki penuh penekanan.
T. Marzuki juga berpesan agar pengurus baru terus merajut jembatan komunikasi yang erat dengan berbagai pihak. “Bangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Tunjukkan bahwa ORARI adalah rumah bagi pegiat komunikasi yang santun, terdidik, dan sigap membantu,” tambahnya.
Menyambut amanah besar tersebut, Ketua ORARI Lokal Aceh Tamiang terpilih, Saiful Alam, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh jajaran ORDA Aceh dan seluruh anggota. Menurutnya, terselenggaranya Musyawarah Lokal (Muslok) ini merupakan bukti soliditas antaranggota.
Saiful menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah menguatkan fungsi radio amatir sebagai 'garda terdepan' informasi kebencanaan. Saat ini, ORARI Lokal Aceh Tamiang telah menyiagakan sejumlah posko pemantauan di kawasan hulu yang rawan, seperti Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, dan Bandar Pusaka.
“Meski dengan sarana yang sangat bersahaja, keberadaan posko-posko ini terbukti efektif dalam menyajikan laporan kondisi lapangan yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya saat situasi darurat,” ujar Saiful.
Tak berhenti di situ, Saiful memaparkan rencana jangka panjang untuk memperluas jangkauan pemantauan dari hulu hingga hilir. Wilayah seperti Kecamatan Seruway, Bendahara, dan Banda Mulia di kawasan pesisir, serta pemantauan lanjutan di Tamiang Hulu, Tenggulun, dan Bandar Pusaka akan terus diperkuat.
Menutup penyataannya dengan penuh kerendahan hati, Saiful mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk berjalan bergandengan tangan.
“Tanpa dukungan dan kerja sama dari seluruh rekan-rekan anggota, saya tentu tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita besarkan organisasi ini bersama-sama,” pungkas Saiful hangat, diselingi salam khas amatir radio, “Salam 73, cinta damai.” (hen)











Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda