RI, AS dan Negara Mitra Tandatangani Kesepakatan Ekonomi Bersih di IPEFRI, AS dan Negara Mitra Tandatangani Kesepakatan Ekonomi Bersih di IPEF

SINGAPURA (Berita): Dalam pertemuan Tingkat Menteri Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik untuk Kemakmuran (IPEF) di Singapura yang diadakan minggu ini, para mitra IPEF menandatangani Perjanjian Ekonomi Bersih, Perjanjian Ekonomi Adil, dan Perjanjian tentang IPEF - dan kemajuan lebih lanjut dari perjanjian-perjanjian tersebut, serta Perjanjian Rantai Pasokan, yang mulai berlaku pada bulan Februari.
Siaran pers yang diterima dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyebutkan hal itu Jumat (7/6/2024).
Selain itu, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, bersama dengan 22 perusahaan Amerika, berpartisipasi dalam Forum Investor Ekonomi Bersih IPEF yang pertama, di mana para mitra IPEF mengumumkan proyek-proyek prioritas senilai 23 miliar dolar AS sebagai bahan pertimbangan untuk mempercepat investasi infrastruktur yang berkelanjutan di kawasan ini.
Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan dua tahun lalu, Presiden Biden meluncurkan IPEF dengan visi menciptakan kerangka kerja baru keterlibatan ekonomi di Indo-Pasifik yang akan memperdalam hubungan kita dengan kawasan ini dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada 6 Juni 2024, para mitra IPEF mengadakan upacara penandatanganan Perjanjian Ekonomi Bersih dan Ekonomi Adil, serta Perjanjian IPEF.
Para mitra juga berpartisipasi dalam pertemuan tatap muka tingkat Menteri yang ke-empat, dan menyambut baik kemajuan yang dicapai oleh para mitra di bawah Pilar II, III, dan IV.
Mereka juga menguraikan sejumlah langkah lanjutan untuk memajukan upaya yang dijalankan berdasarkan masing-masing perjanjian, termasuk bahwa para menteri akan menilai kemajuan lebih lanjut pada pertemuan Tingkat Menteri virtual berikutnya pada September 2024.
Para mitra IPEF terakhir kali bertemu secara langsung pada November 2023, di mana mereka menandatangani Perjanjian Rantai Pasokan.
Mitra IPEF juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Amerika Serikat dan kawasan Indo-Pasifik dalam Forum Investor Ekonomi Bersih IPEF perdana untuk mendapatkan wawasan tentang pasar, membangun jaringan dengan kontak industri dan pemerintah.
Kemudian memperkuat strategi bisnis, dan mengidentifikasi peluang pendanaan, sebagai langkah lanjutan mencapai tujuan Perjanjian Ekonomi Bersih.
Pada acara yang baru pertama kali diadakan ini, para mitra IPEF menyoroti proyek infrastruktur berkelanjutan senilai 23 miliar dolar AS di negara-negara IPEF.
Forum perdana ini, seperti Catalytic Capital Fund, hanyalah salah satu alat inovatif yang dibentuk di bawah IPEF, dan dalam hal ini Perjanjian Ekonomi Bersih, untuk lebih memobilisasi investasi iklim di kawasan ini dan mendorong saling berbagi keahlian dan praktik-praktik yang baik guna meningkatkan investasi bersih.
“Pada Forum Investor Ekonomi Bersih, kami mengumumkan peluang investasi sebesar $23 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di kawasan ini,” ujar Mendag Raimondo.
Dan ini hanyalah awal dari manfaat yang akan mengalir dari IPEF dan menunjukkan bagaimana IPEF dapat memberikan manfaat nyata melalui model baru kerja sama ekonomi ini.
Selain itu, Mendag Raimondo juga mengumumkan bahwa Prakarsa Peningkatan Keterampilan IPEF Departemen Perdagangan AS, yang diluncurkan dua tahun lalu melalui kemitraan dengan The Asia Foundation, telah melampaui target 2032.
Yaitu tujuh juta kesempatan peningkatan keterampilan oleh perusahaan-perusahaan AS yang berpartisipasi dalam Prakarsa ini melalui pelatihan dan pendidikan keterampilan digital untuk negara-negara berkembang dan mitra-mitra berpenghasilan menengah IPEF.
Mitra-mitra ini termasuk Brunei, Fiji, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Secara khusus, Prakarsa ini telah memberikan 10,9 juta kesempatan, termasuk bagi lebih dari 5,2 juta perempuan dan anak perempuan di delapan negara mitra IPEF yang berpartisipasi untuk mendukung upaya berkelanjutan di kawasan ini dalam memperkuat pengembangan tenaga kerja dengan memfasilitasi pelatihan mulai dari keterampilan literasi digital tingkat dasar hingga tingkat lanjut. (wie)








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda