Breaking News
Memuat breaking news...

Remaja Tewas Tersenggol Kabel Listrik, IMM Batubara Soroti Kinerja PLN Buruk

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 2.52 PM WIB
23
Remaja Tewas Tersenggol Kabel Listrik, IMM Batubara Soroti Kinerja PLN Buruk
Pegawai PLN Tanjung Tiram lagi membereskan kabel listrik tegangan tinggi usai memakan korban Selasa (27/10/2026). beritasore.co.id
Reading Comfort
adjust the font size

BATUBARA (beritasore.co.id): PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pimpinan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara segera mencopot Manager PLN ULP Tanjung Tiram dari jabatannya.

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Batubara Abdillah Tarigan menegaskan kepada wartawan Sabtu (24/10/2026) menyusul tewasnya seorang remaja meninggal setelah menginjak kabel listrik yang menjuntai ke tanah dan berserak di semak-semak.


Peristiwa meninggalnya Alwi Alhadad remaja, 15 tahun akibat tersengat listrik di Dusun I Kaplingan, Desa Sentang, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara, karena PT PLN P Siantar Rayon Tanjung Tiram lalai dalam pengawasan dan pengamanan instalasi listrik.

Insiden meninggalnya remaja 15 tahun tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap keamanan fasilitas milik PLN. Katanya santunan kepada keluarga korban tidak menjadi akhir dari persoalan.


PC IMM Kabupaten Batubara menyoroti dugaan kelalaian pihak PLN Rayon Tanjung Tiram pasca tewasnya seorang remaja saat menangkul Kotam Nipah sungai tidak jauh dari rumahnya Selasa

PC IMM mendesak Pimpinan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara segera mencopot Manager PLN ULP Tanjung Tiram dari jabatannya.

Kepala PLN Rayon Tanjung Tiram Mujibur Rahman kepada beritasore.co.id ketika berada di rumah korban mengaku orang baru menjabat Kepala PLN Rayon Tiram.

Namun dia berjanji akan memperbaiki kabel-kabel yang ada dan akan memasang tiang listrik. (als)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement