Rektor Unpab: 67.000 Mahasiswa di Sumut Cuti Kuliah Akibat Covid-19Rektor Unpab: 67.000 Mahasiswa di Sumut Cuti Kuliah Akibat Covid-19

MEDAN (Berita): Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Dr Muhammad Isa Indrawan SE MM mengungkapkan, 67.000 dari 254.000 mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumatera Utara (Sumut) terpaksa cuti kuliah akibat faktor ekonomi terdampak Covid-19.
Webincang bertema "Kesiapan Dunia Pendidikan di Sumut Menuju New Normal di Era Pandemi Covid-19" itu juga menampilkan Kadis Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes dan Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Sumut Dra Rosmawati Nadeak MPd sebagai narasumber. Webincang dipandu Bachtiar Djanan M dari Pusat Riset dan Pengembangan Unpab.
Isa Indrawan mengatakan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada penerimaan mahasiswa baru PTS di Sumut.
Dikatakannya, kampus harus bisa menjalankan protokol kesehatan agar angka penularan Covid-19 tidak bertambah. Sementara di sektor eknomi juga harus tetap tumbuh.
Unpab sendiri, kata Isa Indrawan, tetap melakukan blended learning (pembelajaran campuran). Ini sesuai dengan program Mendikbud Nadiem Makarim lewat Kampus Merdeka atau merdeka belajar.
Narasumber lainnya, Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahid Hasibuan mengakui, penularan Covid-19 di Sumut belum dapat diputus. Bahkan, sejak New Normal, yaitu pasca Idul Fitri, penularan Covid-19 makin meningkat.
Untuk itu, Alwi mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M lawan Covid, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sesering mungkin.
Sedangkan Rosmawati Nadeak menyatakan terkesan dengan Webincang Unpab yang digelar di tengah-tengah rimbunnya pepohonan.
Seusai webincang, Rektor Unpab HM Isa Indrawan menyalurkan bantuan alat-alat dan bahan-bahan untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah. Bantuan diterima oleh para kepala sekolah SMA/SMK, di antaranya PDF multiviralmedia produksi Tim Satgas Covid-19 Unpab dan Tim Digital Multimedia Unpab.
Kemudian, wastafel portable automatic use liquid, wastafel cuci tangan otomatis tanpa sentuhan tangan produksi Himpunan Mahasiswa Elektro Fakultas Sains dan Teknologi Unpab. Lalu, sabun cuci tangan produksi PKM dan Laboratorium Ilmu Dasar Unpab, dan ekoenzim, yaitu cairan semprot bilik steril Covid-19.(aje)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda