Rafdinal: Politik adalah Alat DakwahRafdinal: Politik adalah Alat Dakwah

MEDAN (Berita): Dalam pandangan Muhammadiyah, politik adalah alat dakwah, untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar. Karena itu, memiliih pemimpin politik adalah terkait dengan aqidah.
Diterangkan Rafdinal, konsep politik Muhammadiyah sudah dijelaskan dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah bagian kedelapan tentang kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Rafdinal juga menerangkan tentang Khittah Muhammadiyah 1956, Ponorogo 1969, Ujung Pandang 1971, Surabaya 1979, hingga Denpasar 2002.
Diterangkannya, misal Khittah Muhammadiyah di Ponorogo menyebutkan bahwa dakwah Muhammadiyah dilakukan dengan pertama melalui kekuasaan, yaitu lewat partai politik.
Namun, ketika di Ujung Pandang, disebutkan kalau Muhammadiyah tidak secara organisatoris berpolitik, karena itu Muhammadiyah tidak menjadi parpol tetapi menjaga jarak yang sama dengan kekuatan partai politik.
Rafdinal mencontohkan hal lain seperti pada 1998 Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr HM Amien Rais mendirikan Partai Amanah Nasional (PAN) yang kemudian melalui sidang tanwir, Dr Amien Rais diikhlaskan sebagai Ketum PAN dan kepemimpinan dialihkan ke Syafii Maarif, hingga kemudian disahkan sewaktu Muktamar.
Menurut Rafdinal, Islam telah memberikan rambu-rambu kriteria memilih pemimpin yaitu beriman dan bertaqwa, berakhlakul karimah atau dapat jadi tauladan, berilmu pengetahuan, hingga lengkap panca inderanya. Karena itu, kepimpinan adalah hal yang krusial bagi Islam dan umat Islam. (att)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda