PTPN IV Kebun Tanah Raja Sei Rampah Kewalahan Tangani Hama UlatPTPN IV Kebun Tanah Raja Sei Rampah Kewalahan Tangani Hama Ulat

SERGAI (beritasore.co.id): Akhirnya Manajemen PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja mengaku kewalahan menangani serangan hama pada tanaman kelapa sawit remaja yang terus berkembang puluhan hektar.
Hal ini terungkap dan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Serdang Bedagai di ruangan komisi ll , Rabu (5/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Komisi II DPRD Sergai Hengki Sirait dan Anggota, Asisten Kepala (Askep) Kebun Tanah Raja, Muhamad Yamin, hadir bersama dua Asisten Afdeling, Maruli Tumpal dan Jodi Erlangga dan Ketua PWI Sergai, Sugiono, SSos, Said Sitorus,Budi.
Dalam RDP tidak hanya menyoroti persoalan serangan hama, RDP tersebut juga mengungkap pertanyaan serius mengenai efektivitas pemeliharaan perkebunan, termasuk penggunaan anggaran pengendalian gulma dan penanganan hama.
Bahkan, Ketua Komisi II DPRD Sergai, Hengki Sirait, secara tegas mengingatkan manajemen PTPN agar tidak tertutup terhadap wartawan yang melakukan konfirmasi.
"Jangan ada minder atau tertutup dengan awak media. Saya minta pihak manajemen terbuka saat dikonfirmasi wartawan. Justru media ini mitra kita untuk mengawasi dan memperbaiki," tegas Hengki di hadapan forum RDP.
Rapat yang berlangsung di Ruang Komisi II DPRD Sergai itu digelar untuk meminta klarifikasi pihak perusahaan menyusul pemberitaan media mengenai dugaan persoalan pemeliharaan tanaman di areal perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja.
Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Sergai, Muhamad Yamin membenarkan adanya serangan hama pada tanaman sawit remaja di areal perkebunan perusahaan.
"Terkait pemberitaan media dugaan serangan hama, kami akui memang ada. Luasan yang terserang hampir 5 persen dari areal sawit remaja. Kami sudah coba tanggulangi, tapi memang sulit karena ada jenis hama yang berbeda," ujar Muhamad Yamin.
Ia menjelaskan, pihak manajemen telah melakukan berbagai upaya penanganan. Bahkan, perusahaan mengaku telah berkoordinasi dan berkunjung langsung ke PT London Sumatra (Lonsum), yang memiliki areal perkebunan berdekatan dengan Kebun Tanah Raja, guna mengupayakan penanganan hama secara serentak.
Muhamad Yamin juga mengakui bahwa bekas serangan hama masih ditemukan dan terlihat jelas di lapangan.
"Kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu dalam pengawasan," ucapnya.
*Ketua PWI Sergai, Klaim 5 Persen
Dalam pandangan RDP dari pengakuan manajemen mengenai luas serangan hama yang diklaim hampir 5% langsung mendapat tanggapan dari CEO Media TIMENEWS sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sergai, Sugiono.
Ia mempertanyakan dasar perhitungan perusahaan yang menyebut serangan hama hanya mencakup sekitar 5% dari areal tanaman sawit remaja.
"Dari mana 5 persen? Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, tanaman yang terserang hama di lokasi cukup luas dan memprihatinkan. Dari mana perhitungan bahwa hanya maksimal 5% tanaman yang terserang hama?" tegas Sugiono.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, lokasi perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja berada di tengah kawasan permukiman masyarakat.
Ia mengingatkan, apabila serangan hama tidak ditangani secara optimal, terdapat potensi dampak terhadap tanaman milik warga di sekitar perkebunan.
"Perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja berada di tengah-tengah permukiman warga. Namanya hama, jika tidak diatasi, tentu berpotensi berdampak terhadap tanaman milik warga," ungkapnya.
Komisi II DPRD Sergai Dalami Penggunaan Anggaran
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sergai, Hengki Sirait, menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berhenti sebatas pengakuan dan penjelasan manajemen perusahaan.
Komisi II akan mendalami penggunaan anggaran pemeliharaan tanaman, khususnya anggaran pengendalian gulma dan penanganan hama yang menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas perkebunan. (Azw)






Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda