Breaking News
Memuat breaking news...

Polmed Fokus Dua Pilar: Kampus Berintegritas dan Mahasiswa Siap Hadapi Era AI

Redaksi
Redaksi
Jumat, 1 Mei 2026 - 9.56 AM WIB
Polmed Fokus Dua Pilar: Kampus Berintegritas dan Mahasiswa Siap Hadapi Era AI
Teks foto: Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T.
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Politeknik Negeri Medan (Polmed) menegaskan arah pengembangannya dengan memperkuat dua pilar utama, yakni menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berintegritas, serta menyiapkan mahasiswa yang adaptif menghadapi dinamika dunia kerja di era teknologi.

Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T, menyampaikan bahwa ke depan institusi yang dipimpinnya akan berfokus pada penguatan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik. Tetapi, juga pembentukan karakter, etika, dan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman sekaligus relevan dengan dunia kerja. Itu yang menjadi arah utama pengembangan kami ke depan,” kata Idham saat konferensi pers bersama jurnalis di Gedung Direktorat Polmed, Kamis (30/4/2026).

Sebagai langkah konkret, Polmed telah menggelar sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang menyasar seluruh civitas akademika.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Reserse PPA & PPO Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Kristinatara Wahyuningrum, S.H., M.H, yang memberikan pengarahan langsung terkait upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.

Direktur Polmed menegaskan, program tersebut tidak berhenti pada aspek administratif semata, melainkan diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan budaya kampus yang aman.

“Upaya ini kami dorong secara serius. Lingkungan belajar harus bebas dari kekerasan dan menjadi ruang yang aman bagi seluruh mahasiswa,” katanya.

Selain penguatan internal, Polmed juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal ini tercermin dari kehadiran Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D, yang memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menyoroti pergeseran besar di pasar kerja akibat digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), serta pentingnya kesiapan sumber daya manusia untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Direktur Polmed menilai, kehadiran Menteri Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.

“Kami ingin memastikan mahasiswa selain siap secara teknis, tetapi juga memiliki daya adaptasi dan pola pikir yang sesuai dengan tuntutan industri saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polmed akan terus mendorong berbagai program penguatan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi yang berbasis pada kebutuhan riil dunia kerja.

Konferensi pers ini sekaligus menegaskan komitmen Polmed dalam menjadikan aspek keamanan kampus dan kesiapan kerja sebagai fondasi utama pengembangan institusi ke depan. (aje)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait