Perawat Ratih Berjuang Agar Pasien COVID-19 SembuhPerawat Ratih Berjuang Agar Pasien COVID-19 Sembuh

Banten (Berita): Ratih Fitriyanti Putri (33), seorang perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten berjuang ingin pasien penderita COVID-19 yang ditanganinya itu sembuh agar Indonesia terbebas dari penyebaran penyakit menular yang berbahaya dan mematikan.
Pekerjaan perawat itu cukup berisiko terhadap penularan penyakit dari pasien yang ditanganinya itu, bahkan tenaga medis di Indonesia baik dokter maupun perawat yang menangani COVID-19 hingga menimbulkan korban jiwa atau meninggal dunia.
Resiko penularan tentu sangat besar dan ancaman kematian, namun sosok perawat memiliki tanggung jawab untuk penyembuhan penyakit tersebut.
Menurut dia, cita-cita ingin menjadi seorang perawat itu berawal terinsipirasi dari perjuangan RA Kartini, dimana kaum perempuan Indonesia harus bangkit dan sejajar dengan kaum laki-laki untuk mengisi pembangunan.
Posisi kaum perempuan itu bisa mengambil berbagai jabatan dan profesi, sehingga termotivasi untuk mengabdikan diri kepada bangsa dengan menjadi perawat.
Sebab, perawat merupakan pekerja mulia dan berpahala dapat menolong orang untuk kesembuhan berbagai penyakit yang dideritanya saat menjalani perawatan medis rumah sakit.
Ia setelah lulus SMAN 2 Rangkasbitung melanjutkan pendidikan pada jurusan Akademi Keperawatan Falatehan di Serang.
Ia mengatakan dirinya sebagai karyawan RSUD Banten sejak 2012 berstatus tenaga kontrak dengan penghasilan Rp3,1 juta/bulan, namun saat ditugaskan untuk menangani pasien COVID-19 sesuai kontrak tertanggal 25 Maret sampai 29 Juni 2020.
Selama ini, kata dia, ia melayani dan merawat pasien COVID-19 berjalan lancar dan tidak ada masalah bahkan merasa senang karena banyak pasien yang sembuh.
Dari 28 pasien COVID-19 yang ditanganinya itu cukup terbuka dan baik-baik, sehingga banyak yang sembuh total dari Tangerang dan daerah lainya di Provinsi Banten.
Namun, ia menangani pasien COVID-19 hingga delapan jam tidak bisa makan, minum hingga pergi ke toilet, sebab menggunakan pakaian alat perlindungan diri (APD).
Oleh karena itu, dirinya harus mempersiapkan diri dengan kekuatan fisik dan minum vitamin juga banyak beristirahat serta banyak cuci tangan, mandi agar tidak tertular virus corona itu.
Ia mengapresiasi Gubernur Banten Wahidin Halim yang memperhatikan perawat dengan memberikan sarana yang sangat memadai bagi tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 itu.
Selama ini, kata dia, dirinya tinggal dikarantina di Hotel La Dian bersama teman-teman perawat lainnya dengan fasilitas istimewa mulai makan, kamar ruangan hingga ruangan tamu.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda