Breaking News
Memuat breaking news...

Penyadapan Ilegal Presiden Mengarah Makar

Redaksi
Redaksi
Jumat, 6 November 2026 - 6.04 PM WIB
11
Penyadapan Ilegal Presiden Mengarah Makar
Kepala BIN Muhammad Herindra saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).(ant)
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id) : Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra mengatakan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh merupakan tindakan yang mengarah ke makar.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/11), Kepala BIN Herindra mengatakan akan memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto. "Saya harus ada yang dilaporin ke Presiden," kata Herindra.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kasus dugaan penyadapan melibatkan seorang jenderal polisi bintang empat berinisial LSP serta sejumlah perwira tinggi Polri berinisial AS/ASN, EH, dan SU, Herindra mengatakan bahwa tindakan itu sudah mengarah ke makar. "Ini adalah suatu tindakan yang ilegal dan mengarah ke tindakan yang makar," ujar Herindra menambahkan.

Sebelumnya, Kepolisian RI mengatakan terdapat kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, sejumlah pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, pengusaha, dan wartawan dalam konferensi pers pada Selasa (3/11).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menduga penyadapan melibatkan seorang jenderal polisi bintang empat berinisial LSP serta sejumlah perwira tinggi Polri berinisial AS/ASN, EH, dan SU. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan atas dugaan penyadapan yang melibatkan sejumlah petinggi Polri.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi selaku juru bicara Presiden saat konferensi pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/11).

"Beliau (Presiden Prabowo, red.) sangat prihatin. Institusi yang berada di bawah Presiden, kemudian melakukan upaya sedemikian (penyadapan). Tentunya itu sangat memprihatinkan. Sekali lagi, sangat mengkhawatirkan untuk kepentingan kita semuanya," kata Prasetyo. (ant)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement