Pemulihan Gaza Harus Segera DiwujudkanPemulihan Gaza Harus Segera Diwujudkan

RAMALLAH (beritasore.co.id): Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa mendesak agar kerangka politik dan komitmen internasional untuk Jalur Gaza segera diwujudkan menjadi hasil nyata untuk meredakan penderitaan rakyat Gaza.
Dalam desakan yang disampaikannya secara virtual pada pertemuan tingkat tinggi mengenai pemulihan Gaza di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9), ia juga menekankan perlunya mewujudkan pemulihan layanan dasar dan ekonomi serta persatuan nasional.
Mustafa menegaskan bahwa tujuan utama pemulihan Jalur Gaza adalah untuk mempertahankan keutuhan wilayah Palestina dengan sistem politik dan hukum tunggal serta institusi yang berjalan efektif untuk melayani rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Ia berkata bantuan kemanusiaan masih tak tergantikan setelah tiga tahun penderitaan dan kehancuran. Akan tetapi, hal tersebut tak lagi cukup karena Gaza kini membutuhkan pemulihan di berbagai bidang.
Otoritas Palestina berkomitmen penuh untuk terlibat secara konstruktif dengan Dewan Perdamaian (BoP) dan mendukung transisi menuju Tahap II pemulihan Gaza, kata dia, sembari menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, memperjelas lingkup tanggung jawab, dan menyempurnakan kerangka kerja yang sudah ada.
PM Mustafa juga menegaskan bahwa institusi Palestina tak pernah melepas tanggung jawab mereka terhadap rakyat Gaza.
Ia menerangkan bahwa pemerintah Palestina terus memberikan dukungan keuangan dan layanan dasar di Jalur Gaza meski di tengah krisis keuangan akut.
Kementerian Pembangunan Sosial terus memberikan bantuan kemanusiaan dan perlindungan sosial, sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan telah membantu pembersihan 1,3 juta ton reruntuhan, pemulihan jalan-jalan penting, dan rehabilitasi rumah-rumah yang rusak, kata dia.
Mustafa juga menyoroti langkah Kementerian Pendidikan untuk membuka kembali tahun ajaran baru di Jalur Gaza dengan menyediakan 700 sekolah dan tempat belajar sementara, di samping pembelajaran jarak jauh, sehingga memungkinkan 500,000 anak di Gaza kembali bersekolah.
Menurut dia, saat ini diperlukan koordinasi yang lebih kuat dan saling melengkapi antara seluruh pemangku kepentingan dalam pemulihan Gaza.
Prioritas saat ini seharusnya bukan untuk menciptakan mekanisme baru, tetapi menghubungkan dan meningkatkan inisiatif yang sudah ada serta menerjemahkan sumber daya, keahlian, dan pendanaan yang ada menjadi perbaikan kualitas hidup rakyat Palestina di Gaza.
Mustafa menegaskan bahwa pemerintah Palestina senantiasa siap memainkan perannya, terus memberikan layanan umum, dan melanjutkan program reformasi sembari terlibat secara konstruktif dengan mitra internasional.
Rakyat Gaza tak boleh dibiarkan menunggu isu politik atau operasional apapun berakhir sebelum pemulihan dapat dimulai. Ia menekankan apa yang diperlukan saat ini adalah koordinasi dan implementasi upaya memulihkan kehidupan dan martabat masyarakat, memulihkan institusi Palestina, dan menjaga keutuhan Jalur Gaza dan Tepi Barat. (ant/WAFA)









Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda