Pemko Gunungsitoli Perkuat Sinergi melalui Jaksa Sahabat PendidikPemko Gunungsitoli Perkuat Sinergi melalui Jaksa Sahabat Pendidik

GUNUNGSITOLI (beritasore.co.id): Menjaga kualitas pendidikan tidak hanya tentang memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan terlindungi dari berbagai risiko.
Semangat tersebut menjadi bagian dari program “Jaksa Sahabat Pendidik” yang diikuti Pemerintah Kota Gunungsitoli bersama pemerintah daerah se-Kepulauan Nias, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti dari Aula Kantor Wali Kota Gunungsitoli.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., Bupati Nias Ya’atulö Gulö, S.E., S.H., M.Si., Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, S.Pd., serta Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Dr. Firman Halawa, S.H., M.H.
Program Jaksa Sahabat Pendidik menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, kejaksaan, dan jajaran pendidikan dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan yang tertib sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap berbagai aspek hukum dan risiko yang dapat muncul dalam pelaksanaan program pendidikan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah se-Kepulauan Nias dengan jajaran Kejaksaan. Kesepahaman ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di daerah.
Sejumlah materi strategis turut dibahas, meliputi mitigasi risiko dalam pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan, pencegahan penyalahgunaan wewenang dan maladministrasi, pengamanan proyek strategis, serta antisipasi potensi AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan) yang berasal dari faktor eksternal di lingkungan pendidikan.
Pembahasan tersebut menegaskan bahwa penguatan pendidikan juga membutuhkan tata kelola yang baik dan langkah pencegahan sejak dini. Dengan pemahaman dan koordinasi yang lebih baik, berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Kegiatan juga diisi dengan arahan dan sharing session dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang memberikan penguatan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kejaksaan, dan sektor pendidikan.
Bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli, keikutsertaan dalam program ini menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi lintas sektor dalam mendukung lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih kuat bagi peserta didik, pendidik, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebab, menjaga sekolah bukan hanya tentang menjaga tempat belajar, tetapi juga menjaga ruang tumbuh bagi generasi yang akan menentukan masa depan daerah. (KZ)











Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda