Breaking News
Memuat breaking news...

Pemikiran Geopolitik Bung Karno Perkuat Kepemimpinan Indonesia Di Dunia

Administrator
Administrator
Sabtu, 19 Februari 2022 - 5.44 PM WIB
Pemikiran Geopolitik Bung Karno Perkuat Kepemimpinan Indonesia Di Dunia
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Berita): Sebagai mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan RI, Hasto Kristiyanto yamg juga sekretaris jenderal PDI Perjuangan terus menggelorakan pemikiran geopolitik Bung Karno sebagai landasan guna memerkuat kepemimpinan Indonesia bagi dunia.

Menurutnya, pemikiran geopolitik Bung Karno luar biasa. Bahkan, geopolitik Bung Karno tentang pengetahuan keadaan geografi, sejarah, kultur, nilai dan filosofi yang terkandung sangat mendalam.

Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto dalam Simposium Nasional Relevansi Geopolitik Soekarno bagi Kepentingan Nasional dan Pertahanan Negara, Sabtu, (19/2/2022).

"Artinya di dalam perjuangan Bung Karno sangat penting  guna mewujudkan kepentingan nasional (national interest) sekaligus membangun kekuatan pertahanan negara yang disegani," ujar Hasto.

Hasto menjelaskan, pemikiran geopolitik Bung Karno merupakan antitesa pemikiran geopolitik Barat yang ekspansionis.

Sebaliknya, pemikiran geopolitik Bung Karno mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan internasionalisme bagi dunia yang lebih damai dan berkeadilan.

"Dengan pemikiran geopolitik Bung Karno tersebut, Indonesia pada tahun 1960-an menjadi pemimpin Asia Afrika dan Amerika Latin karena sukses menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, Conference of The New Emerging Forces.

Implikasi dari kepemimpinan Indonesia tersebut, banyak negara yang kemudian merdeka, bahkan Bung Karno kemudian mendapat gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan Bangsa Islam dalam Konferensi Islam Asia Afrika tahun 1965," ujar Hasto.

Ditambahkannya, hasil pemikiran geopolitik Sukarno, Irian Barat berhasil dibebaskan dari cengkeraman kolonialisme Belanda.  Kala itu Angkatan Perang Indonesia terkuat di belahan bumi selatan.

Simposium nasional yang akan membahas body of knowledge pemikiran geopolitik Soekarno tersebut akan menghadirkan para pembicara Mayjen TNI Dr. Joni Widjayanto, yang merupakan Direktur S3 Unhan, cendikiawan Prof. Dr. Yudi Latief, intelektual dan Prof. Dr. Banyu Perwita, pakar kebijakan luar negeri.

Acara simposium tersebut dapat diikuti secara langsung dari jam 08.30-11.30 WIB melalui aplikasi Zoom dan instagram @hasto_kristiyanto. (irw)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait