PDIP Resmi Daftarkan 580 Bacalegnya Ke KPUPDIP Resmi Daftarkan 580 Bacalegnya Ke KPU

JAKARTA (Berita): 580 orang bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) resmi didaftarkan PDI Perjuangan (PDIP) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Partai berlambang banteng itu mendaftarkan bacalegnya dari berbagai kalangan, termasuk artis. Beberapa nama baru seperti Once Mekel, Taufik Hidayat Udjo, Marcell Siahaan, hingga Denny Cagur.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan, jika dari 580 bacaleg yang didaftarkan tersebut, PDIP terus meningkatkan kualitas. Salah satunya dengan mendaftarkan calon anggota dewan itu dari kalangan budayawan, seniman hingga artis.
Hasto menyampaikan, dari ratusan bacaleg yang didaftarkan memang ada sebagian yang berstatus petahanan.
Termasuk para budayawan, seniman dan artis yang maju kembali di pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Dari kalangan budayawan, seniman, dan artis, selain incumbent seperti Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka, Krisdayanti, Harvey Malaihollo, Nico Siahaan, tambah Hasto, juga bergabung Once Mekel, Marcell Siahaan, Taufik Hidayat Udjo, Denny Cagur, Tamara Geraldine, Sari Koeswoyo mengingat Koes Plus spirit nasionalisme luar biasa, Lita Zen, Andre Hehanussa, Lucky Perdana, dan Roni Sianturi," tuturnya.
48 persen Kader Muda
Dari 580 bacaleg DPR RI yang didaftarkan ke KPU RI, 48 persen berstatus kader muda atau berusia di bawah 45 tahun.
Jadi, di bawah usia 45 tahun ada 48 persen sebagai komitmen bagi PDIP," kata Hasto dalam konferensi pers.
Menurut Hasto, kader muda PDIP tetap menjalani pengkaderan secara berjenjang demi memahami fungsi kedewanan sebelum mereka didaftarkan sebagai bacaleg DPR RI.
Hasto melanjutkan PDIP yang memiliki konsentrasi di sektor pertahanan juga memasukkan beberapa tokoh berlatar belakang militer dan sosok dari kepolisian sebagai bacaleg DPR RI.
Kemudian dari TNI ada sebelas purnawirawan, seperti Letjen Purn Ganip Warsito, Laksamana Muda purnawirawan Yuhastihar, Laksamana Muda purnawirawan Agus Setiadji, Mayjen purnawirawan Gunawan Pakki, Mayjen purnawirawan Saud Tamba Tua, Letnan Jenderal purnawirawan Joppye Onesimus Wayangkau yang nanti ditugaskan di Papua Barat dan beberapa purnawirawan lainnya," ujar Hasto.
PDIP juga menyertakan nama pakar pertanian, lingkungan hidup, dokter, ahli kesehatan dan hukum bahkan Hasto menyebut ada sosok pakar geologi masuk daftar bacaleg DPR RI dari PDIP, yakni Surono atau yang dikenal Mbah Rono.
Dia mengatakan masuknya nama Mbah Rono karena PDIP melalui ketua umum Megawati Soekarnoputri sangat perhatian terhadap isu pencegahan bencana.
Ada Mbah Rono yang dikenal pakar geologi karena partai, Ibu Megawati menaruh perhatian yang begitu serius terkait mitigasi bencana," ujarnya.
Sampaikan Salam Mega
Dalam proses ini Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menitipkan salam dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dihadapan jajaran KPU menyampaikan meski Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tak hadir secara langsung ke Kantor KPU, tapi mengikuti rangkaian pendaftaran secara daring.
Beliau mengikuti secara daring terhadap seluruh pendafatran calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan yang pada hari ini dilaksanakan secara serentak seluruh wilayah Indonesia.
Bu Mega juga menyampaikan pesan komitmen dari PDI Perjuangan untuk mewujudkan dukungan sepenuhnya untuk KPU," ujarnya
Hasto menceritakan, jika sejak 10 hari yang lalu, Megawati sudah mengintruksikan untuk mengeluarkan perintah harian agar seluruh simpatisan anggota dari PDIP membantu KPU dalam proses pendaftaran.
Tak hanya salam dari Megawati, Hasto juga menyampaikan salam dari Kepala Situation Room DPP PDIP, M.Prananda Prabowo. Prananda menyampaikan pesan agar proses mendaftarkan bacaleg PDIP dengan mengusung tema 'Kepalkan Tangan Persatuan untuk Indonesia Raya.
Terakhir, Hasto tak lupa menyampaikan pesan dari Ketua DPP PDIP bidang Politik sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, Puan akan memberikan dukungan penting bagi penyelenggaran pemilu.
Adapun dalam proses ini, Hasto didampingi jajaran pengurus DPP PDIP diantaranya Ahmad Basarah, Arief Wibowo, Eriko Sotarduga, Komarudin Watubun, Djarot Syaiful Hidayat, Yanti Sukamdani,serta Sri Rahayu. (aya)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda